HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV bisnis bumn

Masih Banyak Kendala yang Dihadapi Pemerintah untuk Mengejar Investasi

Sabtu, 25 Januari 2020 | 19:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ditengah upaya pemerintah mengejar investasi, banyak kendala yang dihadapi.

Mulai dari regulasi yang tumpang tindih sampai infrastruktur yang juga belum mumpuni.

Lantas apa solusi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini?

Kontribusi dari BUMN ke perekonomian Indonesia itu tercatat naik rata-rata cukup tinggi diatas pertumbuhan ekonomi sebesar 9,8 persen.

Sementara, swasta yang banyak bergerak di manufaktur justru dibawah pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan persentase tersebut apakah sudah menunjukan kalau roda ekonomi hanya bertumpu pada BUMN?

Indikasi awal memang pertumbuhan BUMN lebih cepat terhadap perekonomian.

Kita membutuhkan dorongan yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

BUMN diberikan kesempatan untuk selalu diutamakan untuk menggerakan perekonomian, jika sudah maju baru pihak Swasta akan diberikan kesempatan lebih banyak.

Regulasi yang masih tumpang tindih, apakah benar membuat malas investor?

Aturan tumpang tindih pasti ada, pertanyaan sederhananya apakah BUMN mau bekerjasama dengan pihak swasta di lapangan?

Investment Talk bersama Hamid Awaludin selaku Pengamat Hukum, Purbaya Yudhi Sadewa, Deputi I Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, serta Faisol Riza, Ketua Komisi VI DPR RI akan menjawabnya.
 

Penulis : Dea Davina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
05:48
KOREA SELATAN LIBURKAN KEGIATAN SEKOLAH MULAI PEKAN DEPAN TERKAIT STATUS SIAGA SATU VIRUS KORONA   PRESIDEN KOREA SELATAN MENAIKKAN STATUS INFEKSI VIRUS KORONA KE LEVEL TERTINGGI    BPBD NTB SEBUT RATUSAN JIWA MENGUNGSI AKIBAT BANJIR BANDANG YANG MENERJANG KECEMATAN SAMBELIA, LOMBOK TIMUR   PLT JUBIR KPK: DARI EVALUASI ADA 366 SURAT PERINTAH PENYELIDIKAN YANG MENJADI TUNGGAKAN SEJAK 2008 HINGGA 2019   ANGGOTA KOMISI III DPR ARSUL SANI MENGAKU BELUM MENERIMA LAPORAN KPK SOAL PENGHENTIAN PENYIDIKAN 36 KASUS    PLN UNIT INDUK DISTRIBUSI JAKARTA RAYA : 247 GARDU LISTRIK TELAH KEMBALI DINYALAKAN PASCABANJIR   KBRI TOKYO SEBUT 78 WNI YANG BERADA DI DIAMOND PRINCESS SUDAH JALANI TES “POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)”    ANTISIPASI WABAH VIRUS KORONA, TURKI DAN PAKISTAN TUTUP PINTU PERBATASAN DENGAN IRAN   JADI NEGARA MAJU, AMERIKA SERIKAT MENCORET INDONESIA DARI DAFTAR NEGARA BERKEMBANG    PRESIDEN XI JINPING: VIRUS KORONA ADALAH DARURAT KESEHATAN TERBESAR DI TIONGKOK   BNN TANGKAP 6 ORANG DARI PENGGEREBEKAN PABRIK NARKOBA DI ARCAMANIK, BANDUNG, JAWA BARAT   BNN SEBUT ADA SEKITAR 2 JUTA PIL NARKOTIKA YANG DIPRODUKSI DARI PABRIK NARKOBA DI ARCAMANIK, BANDUNG    SELAIN MESIN PENCETAK, BNN JUGA TEMUKAN BAHAN BAKU DAN CAIRAN YANG DIDUGA UNTUK MEMPRODUKSI PIL NARKOTIKA   PENGGEREBEKAN PABRIK NARKOBA DI BANDUNG, JAWA BARAT, BNN TEMUKAN MESIN BERUKURAN BESAR UNTUK CETAK PIL NARKOTIKA