HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional kompas bisnis

Ada Klaim 9,6 T: Bumiputera Kesulitan, Nasabah Pusing

Rabu, 22 Januari 2020 | 18:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Perusahaan Asuransi Bumiputera sedang kesulitan menghadapi potensi lonjakan klaim 9,6 triliun rupiah.

Tak ada uang, perusahaan meminta pemegang polis bersabar sampai ada solusi.

Nasahah Bumiputera, Edi Sunandar adalah seorang sopir yang kini berusia 48 tahun. 20 tahun silam, ketika anak pertamanya lahir harapan Edi sangat besar, terutama urusan pendidikan. Tidak ada yang setengah-setengah demi buah hati.

Baca Juga: Ini yang jadi Pemicu Gagal Bayar Asuransi Jiwasraya

Keputusan keuangan terbesar yang diambil saat itu adalah membeli polis asuransi pendidikan bagi sang anak. Pilihannya Bumiputera, karena menjanjikan uang pertanggungan sampai 10 juta rupiah.

Membeli asuransi bukan perkara ringan buat Edi. Dengan gaji bulanan 600 ribu rupiah, harga asuransi yang dibeli pada tahun 2000 adalah 900 ribu rupiah per tahun.

Dengan ringan hati, lagi-lagi "demi anak", uang bonus tahunan dari perusahaannya bekerja, jadi modal beli asuransi.

Tahun berganti tahun...

Asuransi pendidikan yang dibeli Edi berjalan mulus, sudah sekitar 3 kali cair tanpa masalah. Tapi rupanya timbul masalah lain. Edi punya polis asuransi jiwa di Bumiputera.

Menariknya, kata Edi, Bumiputera menjanjikan produk pertanggungan jiwa ini tetap bisa cair meski pemegang polis tak meninggal dunia.

Kini Bumiputera sedang kesulitan keuangan.

Dengan potensi klaim 9,6 triliun rupiah, perusahaan hanya punya dana 2 triliun rupiah. Ini pun belum tentu ada.

Ketika nasabah mengadu ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun belum tentu ada solusi.

Permasalahan Bumiputera sebenarnya jadi masalah klasik. Uniknya, perusahaan asuransi mutual ini menjadikan pemilik polis sebagai pemegang sahamnya. Artinya, perlindungan nasabah benar-benar ada di hasil musyawarah sesama anggotanya.

Di sinilah, Edi bolak balik mengurus uang pertanggungan yang dijanjikan bisa cair, tetapi malah nyangkut. Karena merasa penuh masalah, Edi berhenti menyetor premi. Tapi anehnya, tidak ada tagihan dari Bumiputera.

Asuransi Jiwa Bumiputera rencananya akan mengoptimalisasi aset untuk membayar klaim ke nasabah berupa penjualan aset properti sekaligus kerja sama operasional atau KSO. Sejauh ini, Bumiputera membidik dua triliun rupiah untuk membantu pembayaran klaim.

Penulis : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
16:07
SERANGAN UDARA PASUKAN SURIAH KE TURKI AKIBATKAN 33 ORANG TEWAS   ERICK THOHIR RESMI TUNJUK STAF AHLI KEMENTERIAN BUMN LOTO SRINAITA GINTING SEBAGAI KOMISARIS UTAMA BARU PEGADAIAN   MENDESA PDTT SEGERA MENGISI KEKOSONGAN RIBUAN TENAGA PENDAMPING DESA UNTUK MAKSIMALKAN PEMBANGUNAN PEDESAAN   MENKEU MINTA KEPALA DESA DI SUMSEL SELESAIKAN SYARAT PENYALURAN DANA DESA AGAR SEGERA TERSALURKAN & DAPAT DIGUNAKAN   BPBD SIDAREJA, CILACAP, JATENG: 2.861 KELUARGA DI ENAM DESA TERDAMPAK BANJIR   WALKOT BEKASI: SALURAN AIR TOL JAPEK YANG TERTUTUP PROYEK KERETA CEPAT INDONESIA CHINA (KCIC) JADI PENYEBAB BANJIR   IMBAS ARAB SAUDI BERHENTIKAN SEMENTARA UMRAH, MENAG: 2.393 WNI GAGAL UMRAH DAN 1.685 DIPULANGKAN   MENAG: JEMAAH GAGAL UMRAH KARENA KEBIJAKAN ARAB SAUDI BERHENTIKAN SEMENTARA DIJADWALKAN ULANG TANPA BIAYA TAMBAHAN   JELANG RAMADAN, BULOG SIAP AMANKAN PASOKAN BERAS LOKAL DI SELURUH WILAYAH INDONESIA   CEGAH BANJIR, PEMERINTAH KOTA BEKASI AKAN MENGEVALUASI IZIN PENDIRIAN APARTEMEN, MALL, HINGGA GUDANG   KORLANTAS POLRI: SIM INTERNASIONAL ASAL INDONESIA BERLAKU DI 188 NEGARA   POLISI: PENIMBUNAN DAN PRODUKSI MASKER ILEGAL DI CAKUNG MANFAATKAN ISU VIRUS KORONA, OMZET RP 250 JUTA PER HARI   POLISI GEREBEK GUDANG PENIMBUNAN DAN PRODUKSI MASKER ILEGAL DI CAKUNG, JAKARTA UTARA   KEMENTERIAN LUAR NEGERI: WNI DI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS RENCANANYA DIEVAKUASI MINGGU 1 MARET 2020