Kompas TV nasional kompas petang

Buron, Tak Ada yang Bisa Memastikan Keberadaan Harun Masiku

Minggu, 19 Januari 2020 | 20:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sampai saat ini, Harun Masiku, Caleg PDI Perjuangan yang terlibat dugaan suap terhadap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan, masih buron. 

KPK dan pemerintah hanya tahu Harun meninggalkan Indonesia untuk terbang ke Singapura, tapi tak ada yang bisa memastikan keberadaannya saat ini.

Baca Juga: Singapura jadi Tujuan Favorit Kabur Buronan dari Indonesia

Harun Masiku terlibat kasus suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan untuk memuluskan agenda Pergantian  Antar Waktu Anggota DPR 2019-2024.

Meski ada beragam isu seputar keberadaan Harun Masiku, termasuk tudingan bahwa ia sempat dilindungi dari operasi tangkap tangan KPK, pemerintah meyakini Harun terbang ke Singapura sebelum KPK beraksi.

KPK menyatakan bakal menangkap Harun, bekerja sama dengan Kemenkumham dan Polri.

Menurut Direktorat Jenderal Imigrasi, Harun Masiku terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020, 2 hari sebelum KPK menggelar operasi tangkap tangan.

Bukan saja kaburnya Harun Masiku yang menimbulkan tanda tanya besar, tetapi gagalnya penggeledahan kantor PDI Perjuangan pekan lalu juga memunculkan sorotan terhadap kinerja KPK setelah adanya undang-undang baru dan di bawah kepemimpinan baru.

Baca Juga: Beredar Isu KPK Segel DPP PDI-P, Hasto: KPK Hanya Datang

Menurut tim hukum PDI-P, saat KPK hendak menggeledah kantor DPP PDI perjuangan 9 januari lalu, tidak ada surat izin yang dibawa. 

Tak hanya hadir, Menkumham bahkan membacakan susunan tim kuasa hukum PDI Perjuangan saat partainya menggelar konferensi pers. 

Wajar bila siapa pun yang menyaksikan video ini lantas mempertanyakan kemungkinan adanya konflik kepentingan antara Yasonna Laoly yang Menkumham, yang berkewajiban menyelenggarakan urusan bidang hukum atas nama seluruh warga negara, dengan Yasonna Laoly yang Ketua Bidang Hukum PDI-P, partai yang tengah terbelit masalah hukum.

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:24
SEKDA PEMPROV BALI INGATKAN KEGIATAN ADAT DILAKSANAKAN DENGAN JUMLAH TERBATAS   BAWASLU JABAR SEBUT POTENSI KETERLIBATAN ASN BERPOLITIK PRAKTIS CUKUP TINGGI PADA PILKADA 2020   MENKO PMK SEBUT PEMERINTAH TERUS CARI CARA CEGAH KEMATIAN DOKTER AKIBAT COVID-19   KETUA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO: DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN SAAT PANDEMI COVID-19 HARGA MATI   TEKAN JUMLAH KEMATIAN AKIBAT COVID-19, DINKES NUSA TENGGARA BARAT "SCREENING" LANSIA   KASUS COVID-19 BERTAMBAH, PEMKAB BENER MERIAH TUTUP 17 SEKOLAH   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO: TNI AKAN KERAHKAN SELURUH ANGKATAN UNTUK ATASI PANDEMI COVID-19   SATPOL PP BOGOR SEGEL 10 VILA KARENA NEKAT SEWAKAN "HOME STAY" DI MASA PSBB PRA-ADAPTASI KEBIASAAN BARU   12 TENAGA MEDIS POSITIF COVID-19, RSUD JAMBI TUTUP SEMENTARA LAYANAN ICU HINGGA RADIOLOGI SELAMA 3 HARI   KEMENPERIN RUMUSKAN SNI MASKER KAIN UNTUK LINDUNGI KONSUMEN SECARA OPTIMAL DARI COVID-19   MENKO PMK MINTA PARA DOKTER YANG TANGANI PASIEN COVID-19 UTAMAKAN KESELAMATAN PRIBADI   BPOM TEMUKAN 50.000 TAUTAN IKLAN PENJUAL PRODUK MAKANAN DAN OBAT ILEGAL SELAMA PANDEMI KORONA   KPU KABUPATEN BANDUNG DORONG KAMPANYE SECARA DARING   BALAI BESAR TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU: JALUR PENDAKIAN GUNUNG SEMERU DIBUKA 1 OKTOBER 2020