HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Mengenal Tradisi Gropyok, Tradisi Pengusir Hama dari Cirebon

Jumat, 17 Januari 2020 | 21:29 WIB

Sejumlah petani di desa Panguragan Kulon, Cirebon, Jawa Barat menggelar tradisi gropyok. Tradisi ini adalah cara tradisional yang dilakukan para petani Cirebon untuk membasmi hama tikus.

Dengan alat masing masing, para petani bekerja sama mencari tikus di area persawahan. Tradisi ini dilakukan secara bersama sama oleh sejumlah petani, harapannya agar mendapat hasil yang maksimal sehingga penyebaran hama tikus di persawahan dapat dibendung.

Setiap petani membawa pacul untuk membongkar lubang tempat tikus bersembunyi, bila ditemukan akan segera ditangkap dan dimasukkan dalam kandang. Hanya dalam waktu satu jam, para petani berhasil menemukan 40 hingga 50 ekor hama tikus.

Menurut petani, tradisi gropyok harus dilakukan karena sangat merusak benih yang siap tanam. Hanya dalam dua hari, hama tikus ini dapat merusak benih yang ditanam seluas 600 meter untuk disebar ke 2 hektar lahan persawahan.

Sebagian petani sudah menjadi korban akibat serangan hama tikus, sebagian benih rusak dan tak dapat ditanam.
Atas dasar itu, para petani gotong royong bersama-sama akan melakukan tradisi gropyok hingga beberapa hari ke depan.

Tak hanya di satu wilayah, namun seluruh petani di tiap desa masing-masing melakukan tradisi gropyok.
Cara manual ini adalah cara yang paling ampuh untuk mengatasi serangan hama tikus.

Dengan cara ini, para petani dapat menurunkan tingkat kerugian sejak awal. Karena benih yang hendak ditanam tidak diserang hama.

Tradisi ini juga membuat sistem kerjasama dan gotong royong antar petani di tiap titik terbangun.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA

Beranda Islami

Peninggalan Sunan Kalijaga

Senin, 24 Februari 2020 | 19:06 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:16
TABEA! AUDISI SUCI IX DI KOTA AMBON 28 FEBRUARI 2020, CAFE KAYU MANIS JL. SAM RATULANGI NO. 125, PUKUL 10.00-19.00 WIB   SAMPURASUN! AUDISI SUCI IX HADIR DI BANDUNG 28 FEBRUARI 2020, ENDEUS SPACE JL HASANUDIN NO. 28, PUKUL 10.00-19.00 WIB    HOTLINE EMERGING OPERATION CENTER (EOC) VIRUS KORONA KEMENKES: 021-5210411 DAN 081212123119   CEGAH PENULARAN VIRUS KORONA DENGAN MENERAPKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)   SEBANYAK 59 WARGA FILIPINA DI KAPAL DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS    MENKO POLHUKAM MAHFUD MD TEGASKAN PEMERINTAH TERUS BERUPAYA BEBASKAN 5 WNI YANG DICULIK KELOMPOK ABU SAYYAF   KEPALA BNPB DONI MONARDO SEBUT BANJIR DI SEJUMLAH WILAYAH DKI JAKARTA DISEBABKAN PENURUNAN MUKA TANAH   PEMKOT BOGOR MENDAPAT BANTUAN RP 36 MILIAR DARI PEMPROV DKI JAKARTA UNTUK BANGUN SUMUR RESAPAN ATASI BANJIR   KETUA DPR PUAN MAHARANI MENILAI PEMERINTAH TIDAK MAKSIMAL SOSIALISASIKAN "OMNIBUS LAW" RUU CIPTA KERJA   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY: PEMERINTAH AKAN EVAKUASI WNI ABK WORLD DREAM KE PULAU SEBARU, KEPULAUAN SERIBU   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY: PEMERINTAH UTAMAKAN PRINSIP KEHATI-HATIAN TANGANI PEMULANGAN WNI DI DIAMOND PRINCESS   WAKIL KETUA KOMISI III DPR A SAHRONI MENDORONG POLRI DAN BNN MANFAATKAN PON UNTUK KAMPANYE ANTINARKOBA    MENTERI KEUANGAN DAN GUBERNUR BANK SENTRAL G20 AKAN LONGGARKAN KEBIJAKAN MONETER HADAPI WABAH VIRUS KORONA   JAKSA AGUNG ST BURHANUDDIN MINTA KAJATI BINA KADES DALAM MENGELOLA DANA DESA