HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV TALKSHOW rosi

Perlukah AD ART FPI dikhawatirkan? - ROSI

Sabtu, 30 November 2019 | 13:39 WIB

Menteri Dalam Negeri  Tito Karnavian mengatakan, proses perpanjang Surat Keterangan Terdaftar Front Pembela Islam atau FPI relatif memakan waktu lebih lama, karena ada beberapa masalah pada AD/ART ormas tersebut.

Walaupun FPI telah menyatakan komitmennya untuk setia terhadap NKRI dan Pancasila, namun Tito masih ingin mencermati visi misi FPI yang menuliskan soal penerapan Islam secara kafah di bawah naungan khilafah Islamiyah melalui pelaksanaan dakwah, penegakan hisbah dan pengawalan jihad. Juga adanya istilah NKRI bersyariah dalam AD/ART FPI tersebut.

Lantas, seberapa perlukah AD/ART FPI dikhawatirkan?

Dalam tayangan talkshow ROSI Kompas TV eps Gebrakan Menteri Jokowi, 28 Nov 2019, menurut Rocky Gerung harusnya AD/ART FPI tak perlu dikhawatirkan karena apa yang mereka sampaikan bersifat terbuka dan bisa didebatkan. Dan hal ini juga disetujui oleh Dosen Komunikasi Unpad. M. Kunto Adi yang melihat bahwa FPI hanyalah ormas bentukan para militer yang tidak memiliki ide original tentang khilafah, sehingga kecil kemungkinan FPI akan mengganti ideologi negara.

Menanggapi hal itu, Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko merasa sekecil apapun kemungkinan itu, tetap harus diwaspadai.

Masih dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M.Qodari menyatakan bahwa jika ada ormas ataupun gerakan yang keluar dari UUD ’45 ataupun yang ingin mendirikan negara sendiri haruslah ditumpas.

AD/ART FPI, perlukah dikhawatirkan? Ikuti perdebatan mereka di video ini.

Dan saksikan dialog selengkapnya di

https://www.youtube.com/watch?v=2eHQe0VO-sk&t=566s

 

#ROSI #ROSIKompasTV #FPI

 

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV.

Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media social Kompas TV:

Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV

Instagram: https://www.instagram.com/kompastv

Twitter: https://twitter.com/KompasTV

LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
09:32
PETENIS NICK KYRGIOS DIDENDA SEKITAR RP 40 JUTA KARENA BANTING RAKET SAAT KALAH DARI RAFAEL NADAL DI AUSTRALIAN OPEN   NATIONAL SAFETY BOARD MULAI SELIDIKI PENYEBAB KECELAKAAN HELIKOPTER YANG TEWASKAN LEGENDA NBA, KOBE BRYANT   CHRISTIAN ERIKSEN RESMI BERGABUNG DENGAN INTER MILAN PADA BURSA TRANSFER MUSIM DINGIN JANUARI 2020   PERSIB BANDUNG RESMI MENDATANGKAN PEMAIN ASAL BELANDA, GEOFFREY CASTILLION   PENJAGA GAWANG PS TIRA PERSIKABO ANGGA SAPUTRA RESMI BERGABUNG PERSEBAYA SURABAYA PADA BURSA TRANSFER LIGA 1 2020   BMKG MEMPREDIKSI SEBAGIAN WILAYAH JABODETABEK AKAN BERAWAN DAN HUJAN DENGAN INTENSITAS RINGAN HARI INI    DAMPAK WABAH VIRUS KORONA, GUBERNUR BALI SEBUT KEDATANGAN WISATAWAN ASAL TIONGKOK MENURUN    MENKUMHAM YASONNA LAOLY MENYATAKAN PEMERINTAH TAK BISA ASAL CABUT KEBIJAKAN BEBAS VISA KUNJUNGAN BAGI WN TIONGKOK    PEMPROV DKI BERHARAP PENGHENTIAN SEMENTARA REVITALISASI KAWASAN MONAS TAK BERLANGSUNG LAMA    TIGA PETINGGI SUNDA EMPIRE YANG TELAH DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA TERANCAM 10 TAHUN PENJARA   POLRESTABES SURABAYA PERIKSA 9 SAKSI TERKAIT KASUS DUGAAN PENGHINAAN WALI KOTA SURABAYA TRI RISMAHARINI   JAKSA AGUNG KLAIM PENARIKAN DUA JAKSA DARI KPK TAK TERKAIT PEMERIKSAAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK FIRLI BAHURI    WADAH PEGAWAI KPK MEMINTA KEJAKSAAN AGUNG TUNDA PENARIKAN DUA JAKSA HINGGA SELESAI MASA TUGAS   WADAH PEGAWAI KPK MEMINTA KEJAKSAAN AGUNG TAK TERGESA-GESA MENARIK DUA JAKSA YANG TANGANI KASUS PAW PDI-P