HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional singkap

73 Tahun Tribrata untuk Pertiwi - SINGKAP

Selasa, 23 Juli 2019 | 20:00 WIB

Kesiap siagaan Polisi Negara Republik Indonesia dalam segala kondisi, sudah terpatri dalam diri Polri sejak dulu kala. Sejarah kepolisian kita pun berawal sejak awal masa kependudukan Belanda.

Pada masa itu, sistem kepolisian dibentuk untuk mengurusi masalah perlengkapan, administrasi, dan pendidikan dibawah Kementrian Dalam Negeri. Masa Hindia Belanda, tugas kepolisian lebih difokuskan untuk kepentingan pengamanan eksploitas yang dilakukan oleh pihak kolonial. Masa kependudukan Jepang pun tak jauh berbeda, namun polisi juga digunakan untuk kepentingan memenangkan perang Asia Timur Raya.Awal kemerdekaan pada tanggal 29 September 1945 dilantiklah seorang kepala kepolisian yaitu Raden Said Soekanto. Dan pada tanggal 1 Juli 1946, Perdana Menteri Syahrir memberlakukan kepolisian nasional berada dalam satu komando, hingga diperingatilah tanggal tersebut sebagai Hari Bhayangkara.

Perjalanan panjang kepolisian dari masa ke masa ini, terangkum di museum Polri yang dibangun tahun 2009. Di museum ini terdapat berbagai macam peralatan khusus yang digunakan oleh polisi untuk menjalankan tugas, diorama, dan beberapa kendaraan patroli, serta lukisan wajah Kapolri dan Wakapolri pertama hingga sekarang.

Salah satunya adalah seorang Hoegeng Iman Santoso, seorang panutan dari kepolisian hasil didikanRS Soekanto. Namanya begitu fenomenal karena kejujurannya dan selalu teguh pada pendiriannya

Hoegeng Iman Santoso, meskipun menjabat sebagai seorang Kapolri tak membuatnya enggan melakukan tugas-tugas kecil. Totalitas adalah kata yang patut disematkan untuk Hoegeng disetiap Ia menjalankan tanggung jawabnya.

Hingga kasus-kasus besar pun berhasil diusut hingga tuntas tanpa kompromi dan rasa takut. Sosoknya begitu kuat sebagai teladan, hingga terbawa ke tengah keluarga. Lantas seperti apa sejarah lengkap perjalanan kepolisian, dan sosok seorang Hoegeng?

Penulis : edika ipelona



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
19:07
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   BACA E-PAPER KOMPAS GRATIS DARI RUMAH. GUNAKAN KODE KOMPASWFH, AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/EPAPERKOMPAS   RENCANA PENAMBAHAN KAPASITAS PENANGANAN KORONA DI RS BRIMOB POLRI KELAPA DUA DEPOK AKAN BISA MENAMPUNG 200 PASIEN   PENAMBAHAN KAPASITAS PENANGANAN KORONA DI RS BRIMOB POLRI KELAPA DUA DEPOK DITARGETKAN SELESAI PEKAN DEPAN   DALAM SEHARI RSUP PERSAHABATAN JAKARTA MENERIMA 60-80 PASIEN POSITIF KORONA   DIRUT RSUP PERSAHABATAN RITA ROGAYAH: TIDAK SEMUA PASIEN POSITIF KORONA YANG DIRUJUK BISA LANGSUNG DIRAWAT DI RS   SEBANYAK 85% DARI TOTAL 4.000 USAHA CUKUR RAMBUT ASAL GARUT DI JAKARTA TUTUP SEMENTARA AKIBAT KORONA   VOLUME PENUMPANG PADA TRANSPORTASI MASSAL DI JAKARTA AKAN DIKURANGI DALAM PENERAPAN PSBB   PATROLI AKAN DILAKUKAN UNTUK MEMASTIKAN TIDAK ADA KERUMUNAN WARGA SAAT PENERAPAN PSBB DI JAKARTA   PENERAPAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB) DI JAKARTA AKAN BERLANGSUNG PADA JUMAT, 10 APRIL 2020   WARGA BINAAN RUTAN DAN LAPAS DIKERAHKAN PRODUKSI APD GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   MENILAI PEMAKAMAN JENAZAH PASIEN KORONA SUDAH SESUAI PROSEDUR, MUI MINTA TAK ADA LAGI PENOLAKAN   KEMENHUB SUSUN PERMENHUB UNTUK PENGENDALIAN MUDIK 2020 DI TENGAH PANDEMI KORONA