HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Kasasi Jokowi Soal Kebakaran Hutan Ditolak MA, Moeldoko: Pemerintah Kerja Keras Tangani Karhutla!

Selasa, 23 Juli 2019 | 08:50 WIB

Terkait putusan penolakan kasasi yang diajukan Presiden Jokowi dan kementerian terkait dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepala Staf Presiden Moeldoko menyatakan presiden sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait.

Moeldoko menegaskan pemerintah bekerja keras dalam menangani kasus kebakaran hutan pada 2015 di Kalimantan. Pemerintah juga mencari langkah penanganan yang optimal dalam menangani kebakaran hutan.

Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo memastikan kesiapan timnya dalam mempersiapkan peninjauan kembali terkait penolakan kasasi kasus kebakaran hutan yang diajukan presiden. Kini Kejaksaan Agung tengah mempersiapkan novum atau fakta baru yang dianggap bisa menjadi pertimbangan penting dalam PK.

Sebelumnya, MA menolak kasasi pemerintah Indonesia dalam kasus kebakaran hutan di Kalimantan pada 2015. Kasus berawal pada Agustus 2016. Sekelompok orang menggugat negara, termasuk di dalamnya Presiden Joko Widodo ke Pengadilan Negeri Palangkaraya. Mereka mengajukan beberapa gugatan, termasuk kewajiban yang harus dipenuhi pemerintah Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan. Gugatan ini dikabulkan PN Palangkaraya pada Maret 2017 lalu.

Dalam putusan Mahkamah Agung, kewajiban pemerintah adalah pertama, presiden wajib menerbitkan peraturan tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Kedua, mewajibkan pemerintah pusat meninjau ulang izin usaha pengelolaan hutan dan perkebunan yang telah terbakar ataupun belum terbakar di wilayah Kalimantan Tengah.

Lalu ketiga, pemerintah pusat wajib melakukan penegakan hukum terhadap perusahaan yang lahannya menjadi atau terjadi kebakaran. Dan keempat, pemerintah pusat wajib mendirikan RS khusus paru dan penyakit lain akibat pencemaran udara yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.

#Jokowi #KebakaranHutan #Moeldoko

Penulis : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Beranda Islami

Kata Kang Rashied - Cermin Diri

Jumat, 10 April 2020 | 06:30 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
07:05
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 1.503.900 POSITIF KORONA, 340.112 SEMBUH, 89.931 MENINGGAL DUNIA   JUMLAH KASUS KORONA DI AS MELEBIHI TIONGKOK DAN TERTINGGI DI DUNIA DENGAN 432.579 KASUS   JUMLAH KASUS KORONA DI ITALIA: 139.422 POSITIF KORONA, 26.491 SEMBUH, 17.669 MENINGGAL DUNIA   ASOSIASI KESEHATAN ITALIA (FNOMCEO): 100 DOKTER DI ITALIA MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA   KBRI SINGAPURA: ADA 45 WNI YANG TERINFEKSI KORONA DI SINGAPURA   SEORANG PERAWAT DI RSUP KARIADI SEMARANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT TERINFEKSI KORONA   NEKAT MUDIK DI TENGAH PANDEMI KORONA, 725 WARGA JOMBANG DIKARANTINA DI GEDUNG SD   MENDAGRI MINTA PEMDA SIAPKAN JARING PENGAMAN SOSIAL HADAPI PANDEMI KORONA   SEBANYAK 3.630 ORANG JALANI "RAPID TEST" KORONA DI DEPOK, 176 DI ANTARANYA POSITIF TERJANGKIT   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN SEBUT PSBB BERTUJUAN UNTUK MENYELAMATKAN KITA DARI PANDEMI KORONA   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: OJEK DARING HANYA BOLEH MENGANGKUT BARANG SELAMA PENERAPAN PSBB DI JAKARTA   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: OJEK DARING DILARANG MENGANGKUT PENUMPANG SELAMA PENERAPAN PSBB DI JAKARTA