HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV / nasional / sapa indonesia

Keren! Peduli Lingkungan, Warga Menabung Sampah Bisa Dapat Emas 24 Karat

Jumat, 19 Juli 2019 | 16:40 WIB

Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta bisa menjadi contoh bagi desa lainnya di Indonesia. Desa ini memiliki program penanganan sampah sekaligus meningkatkan dana pemasukan untuk warga desa. Yakni melalui program memilah sampah, menabung emas.

Jika biasanya warga masyarakat menabung sampah akan mendapat rupiah namun dengan program ini mereka akan mendapatkan tabungan berupa emas di Pegadaian sebagai barang investasi di masa mendatang.

Tujuan program ini agar warga masyarakat bisa lebih giat memilah sampah secara bertanggung jawab sekaligus untuk memperbaiki perekonomian masyarakat. Harapannya hal ini akan menjadi skema pembiayaan masa depan warga.

Warga akan memilah sampah menjadi tiga jenis seperti sampah residu, sampah berniai jual dan sampah organik. Untuk sampah residu dan organik dikelola pihak desa dan untuk sampah bernilai jual seperti kertas, plastic, kaca, logam dan sterofoam akan dikelola bank sampah untuk dikonversi menjadi tabungan emas.

Wahyudi Anggorohadi, Lurah Desa Panggungharjo mengatakan “ada dua target utama kegiatan ini meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui pemilihan sampah rumah tanga, kedua perbaikan finansial pengelolaan keluarga dalam rangka untuk mensejahterakan warga desa”

Program ini pun terbukti menarik minat warga. Selain dapat turut menjaga kebersihan lingkungan program ini diakuinya dapat menjadi tabungan untuk jaminan masa tua mendatang.

Kabupaten Bantul diperkirakan memproduksi sekitar 600 ton sampah dan hanya sepertiganya saja yang terbuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Piyungan. Sehingga dengan adanya program pemilahan sampah secara bertanggung jawab akan bisa menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi produksi sampah yang dibuang di TPST Piyungan.

#NabungSampah #Emas24Karat #Panggungharjo

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
11:53
GAGAL KALAHKAN REAL SOCIEDAD, PEMAIN BARCELONA SERGIO BUSQUETS PERTANYAKAN STANDAR GANDA VAR   MAURIZIO SARRI SEBUT EMRE CAN ATAU ADRIEN RABIOT AKAN BERMAIN INTI SAAT LAGA MELAWAN UDINESE PADA PEKAN KE-16 SERIE A   DANNY MURPHY SARANKAN MANCHESTER UNITED MEMBELI RAUL JIMENEZ UNTUK MENAMBAH AMUNISI DI LINI DEPAN   MAURIZIO SARRI: GONZALO HIGUAIN, PAULO DYBALA, DAN CRISTIANO RONALDO HANYA DIMAINKAN BERSAMA PADA KONDISI KHUSUS   MENPORA & GUBERNUR DKI RESMIKAN SEKOLAH BERKUDA STANDAR INTERNASIONAL DI JIEPP, PULO MAS JAYA, JAKARTA    PT JASA MARGA MEMPREDIKSI TOL LAYANG JAKARTA-CIKAMPEK ATAU JAPEK II MAMPU KURANGI KEPADATAN HINGGA 40 PERSEN   MENTERI PUPR: KAWASAN PERMUKIMAN NELAYAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN KHUSUS SEKALIGUS MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA   MENTERI PUPR BASUKI HADIMULJONO MENYATAKAN SIAP BANTU PARA NELAYAN INDONESIA UNTUK MEMILIKI RUMAH LAYAK HUNI   MENTERI TETEN MASDUKI SEBUT INDONESIA KALAH DARI TIONGKOK, KORSEL, DAN THAILAND DALAM PENGEMBANGAN EKSPOR UMKM   MENTERI KOPERASI DAN UKM TETEN MASDUKI PASTIKAN INDONESIA TAK AKAN IMPOR CANGKUL TAHUN DEPAN   GUBERNUR KHOFIFAH: LEBIH DARI 80 PERSEN KEBUTAAN DI JAWA TIMUR DISEBABKAN KATARAK YANG TAK TERTANGANI   GUBERNUR KHOFIFAH SEBUT JUMLAH PENDERITA KATARAK DI JAWA TIMUR TINGGI & MELAMPUI JUMLAH RATA-RATA NASIONAL   GUBERNUR KHOFIFAH INDAR PARAWANSA BERHARAP PROVINSI JAWA TIMUR BISA BEBAS DARI KATARAK PADA 2023   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: JUMLAH PEJALAN KAKI DI JAKARTA PALING RENDAH DIBANDING KOTA BESAR LAINNYA