HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 top 3 news

Tiga Berita Terpopuler 28 Mei 2019

Selasa, 28 Mei 2019 | 20:27 WIB

Tiga berita terpopuler hari ini adalah:

1. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap nama 4 tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan perusuh aksi 22 Mei. Tokoh yang ditargetkan adalah Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, Budi Gunawan dan Gories Mere.

2. Ratna Sarumpaet dituntut 6 tahun penjara. Jaksa menilai Ratna berbuat onar dan menyebarkan hoaks penganiayaan.

3. KPK melakukan OTT pejabat imigrasi di NTB. OTT Terkait dugaan suap untuk urus perkara imigrasi di NTB.

#perusuhaksi22mei #ratnasarumpaet #ottkpk

Editor : Sadryna Evanalia



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
08:48
KEMENPERIN BENTUK TIM PEMANTAU PROTOKOL KESEHATAN KEGIATAN INDUSTRI   CEGAH PENYEBARAN KORONA MELALUI UDARA, JUBIR PENANGANAN COVID-19 IMBAU WARGA TAK BERBICARA SAAT DI ANGKUTAN   MENDAGRI TITO KARNAVIAN LARANG PETAHANA CANTUMKAN IDENTITAS DI KEMASAN BANTUAN SOSIAL   KEMENDIKBUD LARANG PENYELENGGARAAN PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH SECARA LANGSUNG   MENDAGRI MINTA KEPALA DAERAH KENALKAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU DENGAN PENDEKATAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL   KEMENKES TETAPKAN BATASAN BIAYA TERTINGGI “RAPID TEST” RP 150.000 UNTUK PASIEN MANDIRI   PT JAKARTA PROPERTINDO OPTIMISTIS REVITALISASI PUSAT KESENIAN TAMAN ISMAIL MARZUKI SELESAI 2021   KLAIM SUDAH BERDAMAI DENGAN SENIMAN, PT JAKARTA PROPERTINDO LANJUTKAN REVITALISASI TAMAN ISMAIL MARZUKI   POLRI AKAN BERKOORDINASI DENGAN KEJAKSAAN AGUNG TERKAIT PENANGANAN KASUS MARIA PAULINE LUMOWA   DITPOLAIRUD POLDA BALI TANGKAP 7 PELAKU PERDAGANGAN PENYU HIJAU YANG DILINDUNGI   HASIL SURVEI LITBANG KOMPAS: 69,6 PERSEN SETUJU “RESHUFFLE” MENTERI KABINET KERJA   KAPOLRESTABES MEDAN SITA ALAT KONTRASEPSI DAN SEJUMLAH UANG DARI PENANGKAPAN SELEBRITAS HH   POLDA METRO JAYA SEBUT 19 KORBAN KEJAHATAN SEKSUAL WNA PERANCIS, FAC, SUDAH DIKETAHUI IDENTITASNYA   KETUA KOMNAS PEREMPUAN ANDY YENTRIYANI: TIDAK ADA ALASAN BAGI DPR MENUNDA PENGESAHAN RUU PKS