Kompas TV nasional kriminal

5 Fakta Sekeluarga Tewas Diracun Anak Bungsu di Magelang, Motifnya Sakit Hati

Selasa, 29 November 2022 | 14:53 WIB
5-fakta-sekeluarga-tewas-diracun-anak-bungsu-di-magelang-motifnya-sakit-hati
Polisi memasang garis polisi di rumah keluarga yang tewas diduga diracun anak kedua di Magelang, Jawa Tengah, Senin (28/11/2022). (Sumber: Kompas TV)

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Vyara Lestari

MAGELANG, KOMPAS.TV - Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengungkapkan sejumlah fakta dan motif kasus sekeluarga tewas diracun saat gelar perkara kasus ini pada Selasa (29/11/2022).

Adapun satu keluarga tewas diracun itu bernama Heri Riyani (54) dan suaminya Abas Ashar (58), serta anak pertama bernama Dea Khairunisa (25).

Polisi juga resmi menetapkan tersangka, yaitu anak bungsu dari keluarga yang tewas di Magelang dengan inisial DDS atau Deo Daffa Syahdilla. Ia sendiri diamankan sejak Senin (28/11/2022).

"Setelah dilakukan gelar perkara, kami menetapkan saksi yang sempat diamankan (anak kedua korban) sebagai tersangka," kata Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat ditemui wartawan di rumah korban, Selasa (29/11/2022) siang, dilansir dari Tribun Jogja.

Baca Juga: Anak Racuni Keluarga Sendiri di Magelang Ditetapkan Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

5 fakta kasus tewasnya satu keluarga di Magelang

Motif Sakit Hati 

Usai melakukan gelar perkara, polisi menyebut, motif tersangka membunuh keluarganya terkait sakit hati.  

Kepada penyidik, Deo yang merupakan anak bungsu di keluarga itu mengaku sakit hati lantaran ia menanggung kebutuhan keluarga yang besar, dan ia jadi satu-satunya tumpuan utama keluarga.

Adapun ayahnya, Abas Ashar, telah pensiun. Sedangkan sang kakak, Dea Khairunisa, tidak dibebankan hal sama seperti dirinya. 

Hal itulah, kata polisi, yang disebut jadi motif pembunuhan sekeluarga itu.

" Anak pertama (DK) sempat bekerja, tapi sekarang sudah keluar, sedangkan anak kedua tidak bekerja. Tapi dia (DDS) dibebani untuk membantu keuangan keluarga. Hal itulah yang membuat pelaku sakit hati," jelas AKBP Mochammad Sajarod Zakun.

Baca Juga: Pengakuan Kerabat Satu Keluarga Tewas Diracun di Magelang: Pelaku Sering Hamburkan Uang

Sudah Dilakukan Dua Kali 


Sumber : Kompas TV/Tribun Jogja

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x