Kompas TV internasional kompas dunia

Jepang Kian Jengkel ke Korea Utara, Rudal Kim Jong-Un Dilaporkan Jatuh di ZEE Negara Itu

Jumat, 18 November 2022 | 13:24 WIB
jepang-kian-jengkel-ke-korea-utara-rudal-kim-jong-un-dilaporkan-jatuh-di-zee-negara-itu
Ilustrasi. Jepang tampaknya semakin jengkel dengan rezim Kim Jong-un, setelah rudal Korea Utara dilaporkan jatuh di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negara itu. (Sumber: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Penulis : Haryo Jati | Editor : Edy A. Putra

TOKYO, KOMPAS.TV - Tokyo tampaknya semakin jengkel dengan rezim Kim Jong-un, setelah rudal Korea Utara dilaporkan jatuh di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengutuk keras ulah Korea Utara yang diduga melakukan uji coba menembakkan rudal balistik interkontinental yang dilaporkan jatuh di ZEE negaranya pada Jumat (18/11/2022).

Rudal yang disebut memiliki potensi untuk mencapai Amerika Serikat (AS), jatuh di titik yang berjarak sekitar 200 kilometer di sebelah barat Kepulauan Oshima-Oshima di Prefektur Hokkaido, yang terletak di bagian utara Jepang.

Dilaporkan tidak ada kerusakan pada kapal atau pesawat akibat peluncuran rudal balistik tersebut.

Baca Juga: Dinyatakan Bersalah atas Jatuhnya Pesawat MH17 di Ukraina, Tiga Orang Dihukum Penjara Seumur Hidup


“Korea Utara meluncurkan rudal balistik kelas ICBM dari dekat pantai barat Semenanjung Korea sekitar pukul 10.14 hari ini,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang, Jumat, dikutip dari The Guardian.

Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada mengungkapkan rudal itu memiliki jarak yang bisa mencapai daratan AS, dan mampu terbang sejauh 15.000 km.

Sementara militer Korea Selatan, tetangga Korea Utara, mengatakan rudal yang diluncurkan pada Jumat itu terbang sejauh 1.000 km dengan ketinggian 6.100 km dengan kecepatan Mach 22.

Kishida pun menegaskan pihaknya akan langsung bergerak untuk merespons ulah Korea Utara tersebut.

“Kami mengajukan protes keras terhadap Korea Utara, yang telah mengulangi provokasinya dengan frekuensi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Kishida kepada wartawan di Thailand, di mana ia tengah menghadiri KTT APEC.

Baca Juga: Kim Jong-Un Ingin Perkuat Persenjataan Korea Utara di Luar Angkasa, Bentuk Departemen Baru

“Kami telah memberi tahu (Pyongyang), bahwa kami tak bisa menoleransi aksi seperti ini,” tambahnya.

Kishida juga menegaskan Jepang, AS dan Korea Selatan harus berkoordinasi secara dekat untuk bekerja menyelesaikan denuklirisasi Korea Utara.

Peluncuran itu terjadi sehari setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik jarak pendek sambil memperingatkan akan diambil "tanggapan militer yang lebih keras" terhadap upaya AS untuk meningkatkan kehadirannya di kawasan itu bersama sekutu-sekutunya.

Korea Utara menegaskan Washington telah melakukan "pertaruhan yang akan disesalinya."


Sumber : The Guardian

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x