HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Episentrum Rupiah 1998 vs 2018 Berbeda

Selasa, 4 September 2018 | 14:35 WIB

Rupiah jatuh dan kian terpuruk tepat saat Asian Games berakhir dengan kebahagiaan dan prestasi gemilang. Level rupiah di awal September 2018 menyentuh 14.800 per dollar Amerika Serikat. Ada yang khawatir dan mengaitkannya dengan krisis tahun 1998. Memang rupiah saat ini mendekati masa kelam Indonesia 2 dekade silam. Saat itu Indonesia akhirnya menerima pertolongan dana moneter internasional alias IMF.

20 tahun lalu keterpurukan rupiah memang berasal dari Asia dan Indonesia sendiri yang sedang menjalankan reformasi pemerintahan. Sedangkan saat ini episentrum rupiah di-dominasi faktor eksternal. Mulai suku bunga The Fed, perang dagang dan krisis Argentina, Venezuela serta Turki.

Gejolak global membuat cadangan devisa di Bank Indonesia terkuras bebas. Dari 131 miliar di awal tahun tersisa 118,3 miliar di Juli lalu. Kebijakan jangka pendek yang lebih tajam mulai mendesak. Rupiah tak punya waktu hanya untuk sekadar bertahan. Mengutip istilah ekonom Universitas Atma Jaya kebijakan fiskal dan moneter harus senafas dengan olah raga yaitu lebih cepat lebih tinggi dan lebih kuat.

Penulis : I Wayan Gede Astaphala | Editor : Imanuel Gilang Krisjanuar




BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
02:38
MULAI JUNI 2020, MENDAGRI TITO KARNAVIAN TEGASKAN PRAKTIK CALO & PUNGLI DI KANTOR DUKCAPIL HARUS DIBERANTAS   MASKAPAI AIR ASIA MERUMAHKAN 873 KARYAWANNYA KARENA PENDAPATAN TURUN AKIBAT PANDEMI KORONA   PANDEMI KORONA, PENUTUPAN TAMAN NASIONAL KOMODO DIPERPANJANG HINGGA WAKTU YANG BELUM DITENTUKAN   KAPOLDA MALUKU IRJEN BAHARUDIN DJAFAR BERHARAP ADA SIMULASI SEBELUM "NEW NORMAL" DITERAPKAN   HINGGA 28 MEI 2020, SEBANYAK 763 PASIEN POSITIF KORONA DIRAWAT DI RSD WISMA ATLET KEMAYORAN   DISHUB JAKTIM MENCATAT 2.155 KASUS PELANGGARAN PSBB DALAM 5 HARI TERAKHIR, TERBANYAK TAK GUNAKAN MASKER   PEMKAB TANGERANG KAJI KEMBALI TERKAIT PEMBUKAAN TEMPAT IBADAH DI AWAL PENERAPAN "NEW NORMAL"   PRESIDEN JOKOWI INSTRUKSIKAN MENPAREKRAF PRIORITASKAN WISATAWAN DOMESTIK SEBAGAI PASAR UTAMA DI MASA PANDEMI   PRESIDEN JOKOWI IMBAU PEMBUKAAN SEKTOR PARIWISATA PADA MASA PANDEMI KORONA DILAKUKAN EKSTRA HATI-HATI   MANPEREKRAF WISHNUTAMA: BALI BERPOTENSI JADI PROVINSI YANG PARIWISATANYA DIBUKA KEMBALI SAAT "NEW NORMAL"   MENPAREKRAF WISHNUTAMA MEMPREDIKSI INDONESIA KEHILANGAN 4 JUTA WISATAWAN MANCANEGARA SELAMA PANDEMI   KPU USULKAN PENAMBAHAN ANGGARAN PILKADA 2020 UNTUK MELAKSANAKAN TES KORONA BAGI PENYELENGGARA PEMILU   PERLUDEM NILAI PELAKSANAAN PILKADA 2020 BELUM PUNYA DASAR HUKUM TERKAIT PROTOKOL PENANGANAN KORONA   KEMENDAGRI & KPK SEPAKAT GUNAKAN NIK SEBAGAI INSTRUMEN UTAMA PENYALURAN BANTUAN SOSIAL & SUBSIDI