Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Setelah PHK Karyawan, Kini Startup Pahamify Umumkan Tutup

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:31 WIB
setelah-phk-karyawan-kini-startup-pahamify-umumkan-tutup
Startup di bidang pendidikan (edutech) Pahamify mengumumkan menutup layanan dan operasionalnya. (Sumber: Dok. Pahamify)

Penulis : Dina Karina | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV- Bertambah satu lagi startup di Indonesia yang tutup, yaitu Pahamify, yang bergerak di bidang edutech. Lewat akun Twitter resminya, Pahamify mengumumkan penutupan layanan kepada para pelanggannya.

"MIPI PAMIT, Terima kasih banyak, Pahamifren! Terima kasih karena sudah mempercayakan mipi sebagai teman belajar kalian, sebagai teman seperjuangan UTBK, dan sebagai teman dalam meraih mimpi-mimpi kalian," tulis Pahamify dikutip Rabu (29/6/2022).

Namun setelah mengumumkan tutup, aplikasi Pahamify tetap berjalan untuk pengguna yang sudah berlangganan.

"notes: Untuk yang sudah berlangganan, tenang aja aplikasi akan tetap beroperasi sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pengguna akan diinfokan lebih lanjut, ya!" cuit Pahamify.

Baca Juga: Startup Beres.id Tutup, Tidak Kuat Terdampak Pandemi 2 Tahun

PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) adalah perusahaan teknologi pendidikan (edtech) yang menyediakan layanan pembelajaran beranimasi, kuis, dan ringkasan, dengan menggabungkan sains belajar, filmmaking, gamifikasi, dan tampilan yang intuitif.

Mengutip dari laman resmi perusahaan, Pahamify didirikan oleh Syarif Rousyan Fikri, Edria Albert, dan Mohammad Ikhsan pada April 2016. Awalnya, keduanya membuat kanal Youtube Hujan Tanda Tanya sebagai media untuk memberikan edukasi seputar sains dan teknologi yang dikemas dengan ringan dan menarik.

Kemudian pada Januari 2018, keduanya mendirikan PT. Pahami Cipta Edukasi. Hal itu karena dorongan dari penonton Hujan Tanda Tanya dan juga keinginan mereka untuk membawa perubahan lebih besar di pendidikan Indonesia.

Lalu pada Juli 2019 aplikasi Pahamify resmi diluncurkan. Pahamify kemudian terpilih untuk mendapatkan pendanaan dan menjadi bagian dari batch Winter 2020 Y Combinator, program akselerasi startup yang disebut paling prestisius di dunia.

Baca Juga: Pahamify Tambah Deretan Startup yang Lakukan PHK, Berikut Daftarnya

Memenuhi permintaan dari Pahamifrens, sebutan untuk penggunanya, Pahamify akhirnya juga meluncurkan versi desktop-nya guna memberikan kenyamanan dan pengalaman yang lebih menarik dalam pembelajaran online.

Pada November 2020 Pahamify telah diunduh lebih dari 1 juta kali. Di bulan ini Pahamify juga mengamankan pendanaan Seri A, yang dipimpin oleh Shunwei Capital.

Fikri sendiri masuk S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) pada usia 15 tahun (Termuda di angkatan 2007). Sempat berkarir di IBM dan menjadi kandidat Ph.D. di Nanyang Technology University (NTU) sebelum memutuskan untuk mendirikan Pahamify.

Baca Juga: Startup PHK Ratusan Karyawan, Hary Tanoe: Hari-Hari Emas Startup Sudah Berakhir

Sementara Ikhsan, setelah lulus dari S1 dan S2 Teknik Elektro ITB, sempat berkarir di Accenture sebelum akhirnya mengikuti program Ph.D. di National University of Singapore (NUS). Di Singapore, Ikhsan dan Fikri mendirikan kanal Youtube Hujan Tanda Tanya yang menjadi cikal bakal Pahamify.

Sedangkan  Edria, sejak lulus dari S1 Teknik Informatika ITB, ia berkecimpung di industri game dan e-learning dengan mendirikan Aruline Studio. Pada Januari 2018, Edria bergabung dengan Fikri dan Ikhsan untuk mendirikan Pahamify.


Sumber :

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x