Kompas TV video vod

Komisi III Didatangi Aliansi Borneo Bersatu, DPR Janji Kawal Kasus Edy Mulyadi Hingga Tuntas!

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:45 WIB

Penulis : Dea Davina

JAKARTA, KOMPAS.TV - Aksi protes terhadap pernyataan Edy Mulyadi yang dinilai menghina masyarakat Kalimantan Timur, terus bergulir.

Di Samarinda, paguyuban adat dan organisasi kemasyarakatan di Kalimantan Timur kembali meminta polisi memproses hukum Edy Mulyadi.

Senin siang, paguyuban adat dan ormas mendatangi Kantor Gubernur Kalimantan Timur dengan membawa keranda sebagai simbol pernyataan Edy Mulyadi mematikan toleransi.

Baca Juga: Disebut Macan Mengeong oleh Edy Mulyadi, Prabowo Subianto: Sudah Ada yang Ngurus

Dalam unjuk rasa ini, massa meminta polisi segera menindak Edy Mulyadi secara hukum.

Massa juga meminta Edy Mulyadi meminta maaf kepada warga Kalimantan Timur secara langsung.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, buka suara terkait dugaan kasus penghinaan yang dilakukan oleh Edy Mulyadi.

Edy Mulyadi diketahui menggambarkan Prabowo sebagai macan yang mengeong.

Menanggapi hal ini, Menhan berujar bahwa sudah ada pihak yang mengurus perkara tersebut.

Hari ini, Komisi III DPR menerima audiensi warga Kalimantan yang tergabung dalam Aliansi Borneo Bersatu.

Sekitar 20 orang menggunakan pakaian adat Kalimantan, mendesak peran DPR, agar Kapolri mengusut tuntas kasus dugaan penghinaan yang dilakukan Edy Mulyadi terhadap warga Kalimantan, terkait pernyataannya tentang Ibu Kota Negara.

Aliansi juga meminta pemerintah melibatkan warga Kalimantan jadi bagian otorita IKN.

Komisi III DPR berjanji mengawal kasus Edy Mulyadi hingga tuntas.

Aspirasi dari Aliansi Borneo Bersatu akan diteruskan kepada Kapolri.

Anggota Komisi III fraksi Nasdem, Ary Egahni Ben Bahat juga menegaskan, ucapan Edy Mulyadi jangan sampai menganggu kebhinekaan di Kalimantan.
 

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:54
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19