Kompas TV internasional kompas dunia

Thailand Segera Dekriminalisasi Ganja, Tak Ada Hukuman Bagi Penggunanya

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:21 WIB
thailand-segera-dekriminalisasi-ganja-tak-ada-hukuman-bagi-penggunanya
Thailand berencana mendekriminalisasi ganja, selangkah lebih dekat agar ganja dapat digunakan untuk rekreasi, setelah menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan ganja medis dan penggunaannya dalam makanan dan kosmetik, 18 Januari 2022. (Sumber: Straits Times)

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Iman Firdaus

BANGKOK, KOMPAS.TV - Thailand berencana mendekriminalisasi ganja, selangkah lebih dekat agar ganja dapat digunakan untuk rekreasi, setelah menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan ganja medis dan penggunaannya dalam makanan dan kosmetik, seperti dilansir Straits Times, Selasa, (18/1/2022). 

Dekriminalisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: 

dekriminalisasi/de·kri·mi·na·li·sa·si/dékriminalisasi/ n penggolongan suatu perbuatan yang pada mulanya dianggap sebagai peristiwa pidana, tetapi kemudian dianggap sebagai perilaku biasa.

BPOM Thailand segera mengusulkan penghapusan ganja dari daftar obat-obatan terlarang ke dewan pengawas narkotika hari Rabu (19/1/2022).

Setelah disetujui oleh dewan pengawas narkotika, proposal tersebut harus mendapat persetujuan Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul sebelum menjadi efektif.

Langkah tersebut dapat memungkinkan orang mengakses ganja secara penuh tanpa takut akan hukuman penjara yang panjang dan denda yang besar, menurut Dr Withid Sariddeechaikool, wakil sekretaris jenderal FDA.

Saat ini, kepemilikan ganja di Thailand dapat membuat pemiliknya dipenjara hingga 15 tahun karena tanaman tersebut masuk narkotika kategori-5.

Baca Juga: Penjualan Ganja Melonjak Tajam di Kedai Kopi Kota Den Haag Belanda akibat Lockdown Ketat Covid-19

Seorang pramusaji tampak menunjukkan pizza dengan topping daun ganja di atasnya, di Bangkok, Thailand, Rabu (24/11/2021). (Sumber: AP Photo/Sakchai Lalit)

"Jika kita dapat mendekriminalisasi ganja, kita akan dapat memperoleh manfaat dari semua tanaman dan bukan hanya bagiannya," kata Dr Withid.

Kuncup bunga dan bijinya kemudian dapat digunakan dan memiliki nilai ekonomi dan sesuai dengan hukum.

Sumber : Kompas TV/Straits Times


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:36
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19