Kompas TV nasional berita utama

ICW soal Eks Pegawai KPK Bergabung Polri: Mestinya 5 Komisioner KPK Malu

Rabu, 8 Desember 2021 | 06:10 WIB
icw-soal-eks-pegawai-kpk-bergabung-polri-mestinya-5-komisioner-kpk-malu
Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana. (Sumber: Tangkapan Layar KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan, sepatutnya lima pimpinan atau Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malu dengan fakta Institusi Polri menerima 57 orang yang diberhentikan karena alasan tes wawasan kebangsaan (TWK).

Apalagi, 44 orang yang memilih bergabung menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri akan dilantik tanpa harus melewati Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Bagi KPK, mestinya lima komisionernya malu ketika puluhan eks pegawainya bergabung ke Polri,” ucap Kurnia kepada KOMPAS TV, Selasa (7/12/2021).

“Sebab, mereka dilantik sebagai ASN tanpa harus melewati TWK,” tambah Kurnia.

Bagi ICW, lanjut Kurnia, fakta diterimanya eks pegawai KPK di institusi Polri sebagai ASN tanpa TWK, sekaligus membuktikan bahwa proses TWK KPK memang didasari politik balas dendam.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Pegawai KPK yang Terima dan Tolak Jadi ASN Polri

“Ini sekali lagi membuktikan bahwa TWK versi KPK memang didasari motif politik balas dendam untuk menyingkirkan 57 pegawainya sendiri,” ucap Kurnia.

Seperti diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka ruang bagi 57 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus TWK sebagai ASN Polri.

Dalam prosesnya, 44 dari 57 pegawai eks KPK telah menyatakan setuju untuk bergabung dengan institusi Polri sebagai ASN.

Sementara 12 orang lainnya, memilih untuk berkarier di tempat lain.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:21
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19