Kompas TV nasional sosial

Presiden Jokowi akan Copot Kapolda dan Kapolres Jika Tidak Bisa Kawal Agenda Pemerintah

Jumat, 3 Desember 2021 | 17:55 WIB

KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo meminta Kapolda dan Kapolres untuk membantu mengawal agenda besar pemerintah. Dalam acara pengarahan Kasatwil 2021. Presiden Jokowi mengatakan akan mencopot Kapolda dan Kapolres yang tak bisa mengawal agenda pemerintah.

Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut saat menyinggung soal pentingnya menjaga iklim investasi di Indonesia. Presiden Jokowi menjelaskan semuanya harus menjaga investasi, baik yang sudah ada maupun yang sedang berproses.

Ia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengingatkan Kapolres dan Kapolda untuk bisa mengawal dan bekerja sama. Jika Kapolda dan Kapolres tak bisa mengawal agenda besar negara, Presiden Jokowi minta mereka dicopot.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Sempat Ancam Copot Kapolda jika Kasus Covid-19 Naik Terus

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkap bahwa sempat mengancam akan mencopot petinggi TNI-Polri apabila kasus Covid-19 tidak turun.

Hal ini disampaikan saat Jokowi memberikan arahan kepada Kepala Satuan Wilayah tahun 2021.

Meski begitu, akhirnya Jokowi berterima kasih kepada jajaran TNI-Polri karena sudah bekerja keras di lapangan sehingga kasus turun.

“Saya ingin sampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya pada jajaran Polri dan TNI yang betul-betul saya liat pelaksanaan di lapangan mati-matian karena juga takut dicopot kalau tidak bisa mengendalikan di provinsinya, di kotanya, di kabupatennya,” ujar Jokowi

Jokowi menjelaskan bahwa dirinya sudah menitipkan pesan kepada Kapolri untuk memantau kinerja Kapoldanya.

“Saya sudah titip kepada Kapolri, ‘hati-hati Kapoldamu, kalau kira-kira (kasus) naik terus saya akan perintah untuk ganti’. Ternyata turun, turun, turun, turun, artinya semua takut dicopot,” lanjutnya. 

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:12
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19