Kompas TV nasional kriminal

111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Dicuri, Polisi Curigai Keterlibatan Pegawai Wika

Selasa, 9 November 2021 | 10:39 WIB
111-ton-besi-proyek-kereta-cepat-dicuri-polisi-curigai-keterlibatan-pegawai-wika
Proses peluncuran girder ke salah satu terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ekonom Faisal Basri membuat simulasi perhitungan modal dan keuntungan proyek tersebut. Dalam skenario terburuk, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung baru bisa balik modal dalam 139 tahun. (Sumber: KCIC)

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 111 ton besi proyek pembangunan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Kereta Cepat Jakarta-Bandung dicuri di kawasan Cipinang Melayu, makasar, Jakarta Timur.

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap lima tersangka pencurian besi tersebut. Kelima tersangka itu masing-masing berinisial SA, SU, AR, LR dan DR.

Baca Juga: Pelaku Serangan Pisau di Kereta Cepat Jerman Diduga Sakit Mental

Kapolres Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan mengatakan sampai saat ini masih ada tujuh tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

"Dari jumlah (besi) yang diambil dan sudah dijual itu sekitar 111.081 kilogram. Ini cukup mencengangkan dengan berbagai jenis besi," kata Erwin dikutip dari Kompas.com pada Senin (9/11/2021).

Erwin menuturkan, besi-besi yang diambil oleh para pelaku tersebut merupakan penyokong cor-coran milik PT Wijaya Karya.

Baca Juga: Faisal Basri Sebut Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Lebih Menjanjikan, Ini Perbandingannya

Erwin menyebut, para pelaku yang mencuri besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah berlangsung selama enam bulan belakangan. 

"Ini sudah berlangsung enam bulan," kata Kapolres Jakarta Timur tersebut.

Saat melakukan aksinya, Erwin menuturkan, komplotan pencuri itu bergerak dengan bebas.

Halaman Selanjutnya


Sumber : Kompas.com

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:09
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19