Kompas TV regional berita daerah

Terungkap!! Ini Alasan Calon Ayah Tiri Balita N-L, Tega Aniaya Korban Karena Kesal

Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:23 WIB

BATU, KOMPAS TV-Polres Batu menangkap Wahyu, warga Desa Beji, Kecamatan Junrejo Kota Batu, yang merupakan calon suami ibu balita N-L, korban penganiayaan. 

Peristiwa penganiayaan ini terungkap setelah paman korban melaporkan kejadian penganiyaan kepada Polres Batu. Atas laporan tersebut polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan Wahyu yang tak lain adalah calon suami ibu korban.

Di hadapan polisi, pelaku mengaku penganiyaan tersebut dilakukan selama kurun waktu 3 bulan sejak Agustus lalu. 

Pelaku dan ibu korban merupakan pasangan kekasih dan sudah tinggal serumah.

Di rumah pelaku lah tersangka menganiaya anak dari kekasihnya ini, saat ibu korban tidak ada di rumah. 

Pelaku menyiram korban dengan air panas dan menyundut tubuh korban dengan rokok, serta menggigit jari korban hingga korban  mengalami luka di sekujur tubuh.

Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan menjelaskan, perbuatan pelaku didasari atas kesulitan ekonomi dan kesal karena calon anak tirinya dianggap rewel, hingga pelaku tega menganiaya bocah malang tersebut.

"Motif tersangka melakukan kekerasan tersebut, atas dasar motif ekonomi. Korban dianggap sebagai beban karena bukan anak biologis dari pelaku, hingga korban merasa terbebani secara ekonomi" ujar Kapolres, Rabu (27/10/2021). 

Ibu korban sendiri mengetahui penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku, namun ibu korban mengaku takut kepada pelaku jika nanti tidak jadi dinikahi. 

Karena hal tersebutlah ibu korban bungkam dan tidak berani menceritakan kasus penganiayaan kepada anaknya ini.

Untuk saat ini kondisi korban yang masih mendapat perawatan di rumah sakit, kondisinya berangsur membaik.

Selain penyembuhan secara fisik, korban saat ini juga menjalani proses trauma healing untuk pemulihan kondisi psikologis korban.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 76c junto pasal 80 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak atau pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun.

#penganiayaanbalita #kotabatu

Penulis : KompasTV Malang

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

FPR Obi Demo Tolak Tambang Emas

Senin, 29 November 2021 | 15:25 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
16:09
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19