Kompas TV nasional wawancara

Instruksi Kapolri Tindak Tegas Oknum Polisi Pelaku Kekerasan, Apa yang Harus Dikritisi?

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:20 WIB

KOMPAS.TV - Perintah tegas ini disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pekan lalu. Kapolri meminta anggota polisi yang melakukan pelanggaran segera ditindak tegas.

Perintah Kapolri pun bersambut penindakan tegas terhadap oknum polisi yang melakukan pelanggaran di sejumlah daerah dilakukan.

Di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kepala kepolisian sektor di wilayah itu dipecat karena dugaan kekerasan seksual pada seorang anak tahanan.

Iptu IDGN diduga melakukan perbuatan cabul dengan iming-iming membebaskan orang tua korban dari tahanan.

Perbuatannya terungkap setelah video pengakuan korban beredar di media sosial.

Akibat perbuatan tersebut, Iptu IDGN kemudian dicopot dari jabatannya dan terancam pidana.

Namun tak hanya itu, hasil sidang etik profesi Polri yang digelar Polda Sulawesi Tengah pada 23 Oktober lalu memutuskan Iptu IDGN dipecat alias diberhentikan dengan tidak hormat.

Di Lampung, seorang polisi menjadi tersangka perampokan bersenjata.

Oknum polisi itu dan seorang asn menjadi otak perampokan mobil dan meninggalkan dua korban di kawasan Lampung Tengah setelah permintaan uang tebusan tidak direspon keluarga korban.

Dalam pemeriksaan lanjutan, diketahui pula Bripka IS positif menggunakan narkotika.

Atas perbuatan oknum polisi tersebut, Kapolda Lampung, Hendro Sugiatno, memastikan akan mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi pidana dan ancaman pemecatan.

Tindakan tegas terhadap oknum polisi yang melakukan pelanggaran dilakukan di sejumlah daerah menyusul perintah dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Lalu apa saja yang perlu dikritisi dari penindakan anggota Polri tersebut?

Simak dialog lengkapnya bersama Mantan Kabareskrim sekaligus Ketua Umum Ikatan Sarjana Profesi Perpolisian Indonesia, Ito Sumardi, Anggota Kompolnas, Poengky Indarti, dan Wakil Komisi III DPR RI, Ahmad Sharoni.

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19