Kompas TV regional peristiwa

Tak Hanya Sekali, Guncangan Gempa Terasa di Jawa Tengah Hingga 23 Kali

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:10 WIB

KOMPAS.TV - Sejak Sabtu dini hari, guncangan gempa terasa di sejumlah kota di Jawa Tengah. Tak hanya sekali, tetapi gempa susulan telah terjadi hingga 23 kali. Warga pun mendirikan tenda sebagai antisipasi dampak gempa yang lebih besar.

Warga Kelurahan Rejosari, Semarang Jawa Tengah, Sabtu malam mendirikan tenda di jalan perkampungan.

Tenda ini didirikan karena warga masih merasa khawatir akan adanya gempa susulan.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 2,7 terjadi di Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu siang.

Tak berselang lama, terjadi beberapa kali gempa susulan, sehingga warga harus keluar masuk rumah untuk menyelamatkan diri.

Sejumlah warga akhirnya memilih bermalam di tenda, karena rumahnya merupakan bangunan tua, sehingga rawan roboh bila terjadi goncangan. 

Sebagai antisipasi gempa, Pemerintah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, juga mendirikan tenda darurat di halaman RSUD Dokter Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa.

Saat gempa terjadi, pasien yang berada di dalam gedung akan dipindahkan ke tenda darurat, sementara pasien covid-19 telah dipindahkan ke RSUD Ungaran.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto menyebut gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal, dan diprediksi akan terjadi berulang.

Baca Juga: Gempa Malang Sempat Bubarkan Vaksinasi Covid-19 dan Rapat Wali Murid

Sejak Sabtu dini hari setidaknya telah terjadi 23 kali gempa yang mengguncang wilayah Jawa Tengah.

Bmkg menjelaskan gempa terjadi diduga akibat sesar aktif di Merbabu, Merapi Telomoyo.

Hinga kini, belum ada laporan tentang kerusakan maupun korban jiwa.

Walau sudah kembali beraktivitas, warga diminta tetap waspada mengantisipasi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:58
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19