Kompas TV internasional kompas dunia

43 Negara Minta China Hormati Hak-hak Warga Uighur

Jumat, 22 Oktober 2021 | 11:55 WIB
43-negara-minta-china-hormati-hak-hak-warga-uighur
Umat Muslim di Xinjiang, China sedang melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan. (Sumber: Xinhua)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Sebanyak 43 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (21/10/2021) menyerukan akses segera ke Xinjiang, wilayah otonomi mayoritas muslim di barat laut China. Beijing diduga melakukan pelanggaran terhadap hak-hak warga Uighur dan kelompok etnis lainnya di Xinjiang.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Komite Ketiga, komite PBB yang menangani masalah hak asasi manusia, mengatakan negara-negara anggota sangat prihatin dengan situasi di Xinjiang. Hal itu mengacu pada perlakuan pemerintah China terhadap warga minoritas di wilayah tersebut.

Pernyataan itu mengutip laporan tentang keberadaan jaringan besar kamp "pendidikan ulang politik", pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis, sterilisasi paksa dan "pembatasan yang parah" terhadap kebebasan beragama.

Baca Juga: Erdogan Kembali Serukan Reformasi PBB: Dunia Lebih Besar dari Lima

“Dengan demikian, kami meminta China untuk mengizinkan akses segera, bermakna, dan tanpa batas ke Xinjiang bagi pengamat independen, termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Kantornya, dan pemegang mandat prosedur khusus yang relevan, serta untuk segera menerapkan delapan rekomendasi CERD (Komite Penghapusan Diskriminasi Rasial) terkait Xinjiang," kata pernyataan itu dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (22/10/2021).

"Kami mendesak China untuk memastikan penghormatan penuh terhadap aturan hukum dan untuk mematuhi kewajibannya di bawah hukum nasional dan internasional berkaitan dengan perlindungan hak asasi manusia," sambung pernyataan itu.

Negara-negara tersebut antara lain Australia, Kanada, Jerman, Honduras, Italia, Jepang, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Turki, Inggris, AS, dan Prancis.

Menurut data PBB, setidaknya 1 juta warga Uighur ditahan di luar kehendak mereka di tempat-tempat yang disebut Beijing sebagai "pusat pelatihan kejuruan" yang oleh masyarakat internasional didefinisikan sebagai "kamp pendidikan ulang".

Namun, China tidak memberikan informasi tentang berapa banyak kamp yang ada di Xinjiang, jumlah orang yang ditahan atau berapa banyak yang telah kembali ke kehidupan sosial.

Baca Juga: Mantan Polisi China Ungkap Penyiksaan Tahanan Uighur di Xinjiang, Pengakuannya Bikin Merinding

Penulis : Kiki Luqman | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Anadolu Agency/AFP



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:12
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19