Kompas TV feature tips, trik, dan tutorial

Mudah Dilakukan, Ini Cara Buat QR Code PeduliLindungi untuk Tempat Umum

Rabu, 20 Oktober 2021 | 22:56 WIB
mudah-dilakukan-ini-cara-buat-qr-code-pedulilindungi-untuk-tempat-umum
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi (Sumber: KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemilik tempat umum, tempat usaha, dan tempat kerja kini bisa membuat kode QR PeduliLindungi sendiri.

Kode tersebut digunakan untuk melakukan pemindaian aplikasi PeduliLindungi guna proses tracing selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kementerian Kesehatan telah merilis cara untuk membuat kode QR sendiri bagi pemilik tempat umum, usaha dan perkantoran dengan cara mengisi formulir pendaftaran di laman tim data dan teknologi (DTO) Kemenkes.

Baca Juga: Catat, Ini Cara Mudah Daftar Vaksinasi Covid-19 Melalui PeduliLindungi

Sebelumnya, seseorang yang ingin mendapatkan kode QR PeduliLindungi ini mengajukan permohonan melalui surel di registrasi.qrpl@kemkes.go.id. Karena memakan waktu, Kemenkes menyebut cara itu sudah tak dipakai karena memakan waktu.

Kini pembuatan bisa dilakukan melalui laman DTO Kemenkes. Ini cara mudah untuk membuat kode QR PeduliLindungi terbaru untuk tempat umum, tempat usaha, dan tempat kerja.

  1. Kunjungi situs web https://cmsreg.dto.kemkes.go.id untuk membuat akun dan mendaftarkan tempat umum yang pengguna miliki. Di laman itu, pengguna bisa memasukkan data-data yang diperlukan Kemenkes seperti identitas pemilik tempat, nama tempat yang ingin didaftarkan, kategori tempatnya, hingga alamat tempat tersebut. Jika semuanya sudah diisi, klik tombol "Submit".
  2. Selanjutnya Anda menunggu sampai akun yang terdaftar diverifikasi oleh Kemenkes. Proses ini memakan waktu satu sampai dengan dua hari.
  3. Setelah proses verifikasi selesai, pengguna bisa melakukan proses aktivasi akun dengan membuat kata sandi (password) dulu.
  4. Kemudian, gunakan password tersebut untuk masuk (login) ke dalam akun di laman https://cms.pedulilindungi.id 
  5. Jika login berhasil, maka pengguna bisa memasukkan detail informasi tempat atau lokasi yang ingin dibuat kode QR-nya ingin diterbitkan.
  6. Nah, pengguna bisa mengunduh kode QR tersebut dan mencetaknya, supaya bisa ditempelkan di pintu masuk tempat usaha yang dimiliki untuk proses check-in pengunjung.

Penulis : Danang Suryo | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Mayat Mengambang Dikira Bantal

Rabu, 20 Oktober 2021 | 22:23 WIB
Berita Daerah

Rumah Terbakar Lansia Terluka

Rabu, 20 Oktober 2021 | 22:17 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
22:58
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19