Kompas TV klik360 sinau

Apa itu Doping? dan Bahayanya bagi Tubuh

Senin, 18 Oktober 2021 | 21:50 WIB

KOMPAS.TV- Doping adalah obat-obatan, yang digunakan untuk meningkatkan performa atlet. Mengutip Kontan.co.id. doping pertama kali ditemukan, saat olimpiade para pelari, pada tahun 1904. Pelari tersebut, disuntik dengan strychnine. untuk membantu kecepatan.

Terlepas dari meningkatkan performa, para atlet juga dirugikan dengan efeknya, bahkan hingga kematian dini, akibat doping. Menurut menurut kode anti-doping dunia atau world anti-doping code, yang ditetapkan oleh WADA atau World Anti-Doping Agency pada 2008.

Suatu zat, atau pengobatan, termasuk doping jika memenuhi dua dari tiga kriteria berikut: dapat meningkatkan performa atlet, dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan atlet, bertentangan dengan semangat olahraga.

Banyak hukuman dapat dijatuhkan, pada atlet yang terbukti menggunakan doping. Di antaranya, pembatalan raihan medali olimpiade, atau gelar olahraga, hingga larangan seumur hidup mengikuti kompetisi olahraga.

Mengutip American Medical Society for Sports Medicine bahaya penggunaan doping adalah:

Kardiovaskular, irama jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi,  serangan jantung, sampai kematian mendadak.

Sistem saraf pusat, kecemasan, depresi, insomnia, perilaku agresif, sakit kepala, psikosis, tremor, stroke.

Pernapasan, mimisan, sinusitis

Hormonal, infertilitas, ginekomastia (payudara membesar), penurunan ukuran testis, akromegali, kanker. 

Baca Juga: Pimpinan Komisi X Minta Lembaga Anti Doping Indonesia Dievaluasi

https://www.kompas.tv/article/222785/pimpinan-komisi-x-minta-lembaga-anti-doping-indonesia-dievaluasi 

Grafis: Joshua Victor

Penulis : Sunbhio Pratama

Sumber : diolah dari berbagai sumber



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Gagal Jadi Kades, Lalu Tutup Akses

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:37 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
18:41
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19