Kompas TV internasional kompas dunia

Pembunuhan dengan Busur dan Panah di Norwegia Dinyatakan Sebagai Aksi Terorisme

Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:42 WIB
pembunuhan-dengan-busur-dan-panah-di-norwegia-dinyatakan-sebagai-aksi-terorisme
Warga berkumpul dengan membawa bunga dan lilin untuk mengenang para korban yang dibunuh dengan menggunakan busur dan panah di Kongsberg, Norwegia, Kamis, 14 Oktober 2021. (Sumber: Associated Press)

KONGSBERG, KOMPAS.TV – Serangan dengan menggunakan busur dan anak panah oleh seorang pria yang menewaskan lima orang di Kongsberg, Norwegia dinyatakan sebagai aksi terorisme. Hal ini diungkapkan oleh kepolisian Norwegia, Kamis (14/10/2021).

Polisi mengidentifikasi penyerang sebagai Espen Andersen Braathen, warga negara Denmark berusia 37 tahun, yang ditangkap sekitar 30 menit setelah membantai warga dengan busur dan panah.

Mereka mengatakan dia menggunakan busur dan anak panah dan mungkin senjata lain untuk membunuh secara acak, dengan menargetkan orang-orang di supermarket dan lokasi lain di Kongsberg. 

Saksi mata mengatakan, lingkungan mereka biasanya selalu tenang. Kongsberg merupakan kota kecil dengan penduduk hanya sekitar 26.000 jiwa. Kota ini sangat indah dengan dihiasi rumah kayu dan barisan pohon birch.

Namun kedamaian di kota ini seketika berubah. Kongsberg kini dipenuhi tangisan dan kekacauan yang mengerikan.

Baca Juga: Pria Denmark Ditangkap Usai Serangan yang Tewaskan 5 Warga Norwegia, Dicurigai Terpapar Radikalisme

"Jeritan itu begitu kuat dan mengerikan, tidak ada keraguan bahwa sesuatu yang sangat serius sedang terjadi. Saya hanya bisa menggambarkannya sebagai 'jeritan kematian'," kata Kurt Einar Voldseth, warga kota Kongsberg seperti dikutip dari The Associated Press.

Voldseth mengatakan, dia juga melihat seorang wanita ditikam oleh seorang pria dengan semacam senjata. Voldseth mengaku mengenali pelaku penyerangan. Menurutnya, pria itu tinggal di dekat rumahnya dan biasanya berjalan dengan kepala tertunduk dan memakai headphone.

"Saya hanya berbicara dengannya beberapa kali, tetapi saya mendapat kesan bahwa dia mungkin orang yang bermasalah," katanya.

Polisi menyatakan, empat wanita dan seorang pria berusia antara 50 dan 70 tahun merupakan korban tewas. Sedangkan tiga orang lainnya terluka.

Penulis : Tussie Ayu | Editor : Gading Persada

Sumber : Associated Press


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19