Kompas TV feature tips, trik, dan tutorial

Dampak Asap Kebakaran Hutan pada Kesehatan dan 6 Cara Mengatasinya

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:10 WIB
dampak-asap-kebakaran-hutan-pada-kesehatan-dan-6-cara-mengatasinya
Ilustrasi kebakaran hutan. menghirup asap menyebabkan sistem kekebalan yang sudah lemah yang tidak dapat melawan virus seperti biasa. (Sumber: pixabay.com)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan atau lahan beberapa kali terjadi di Indonesia. Selain menimbulkan kerusakan bangunan dan tanah, efek asap dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Menurut informasi dari Cleveland Clinic, sebuah studi menunjukkan bahwa paparan polutan udara dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena COVID-19.

Sebab, menghirup asap menyebabkan sistem kekebalan yang sudah lemah yang tidak dapat melawan virus seperti biasa.

Ahli paru-paru Neha Solanki, MD, membahas bahaya asap kebakaran hutan dan bagaimana melindungi udara yang Anda hirup.

Asap terbentuk dari materi partikulat (partikel padat atau cair dari barang-barang yang telah terbakar seperti rumah dan barang-barang manufaktur), asap dan gas seperti karbon monoksida.

Asap kebakaran hutan yang terhirup dapat menyebabkan peradangan saluran napas dan menyebabkan kondisi paru-paru seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Bahkan, ada keterkaitan antara asap kebakaran hutan dan penyakit kardiovaskular.

“Polusi dari asap kebakaran hutan dapat naik hingga 14 mil ke udara dan kemudian terbawa oleh arus angin, itulah sebabnya hal itu mempengaruhi semua orang,” kata Dr. Solanki.

“Jadi, bahkan jika Anda tidak tinggal langsung di dekat kebakaran hutan, Anda masih terkena semua polusi beracun itu.”

Siapa pun dengan kondisi pernapasan kronis atau penyakit kardiovaskular lebih terpengaruh oleh asap kebakaran hutan. Demikian pula dengan ibu hamil, orang yang berusia di atas 65 tahun, perokok dan anak-anak. Mereka lebih mungkin mengalami efek negatif dari asap kebakaran hutan.

Baca Juga: Karhutla kembali melanda konawe selatan

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:33
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19