Kompas TV nasional politik

Resmikan Patung Soekarno, Megawati: di Masa Orde Baru, Bung Karno Tidak Diceritakan secara Benar

Rabu, 29 September 2021 | 23:08 WIB
resmikan-patung-soekarno-megawati-di-masa-orde-baru-bung-karno-tidak-diceritakan-secara-benar
Putri Proklamator RI Soekarno, Megawati Soekarnoputri mewakili keluarga meresmikan patung Presiden pertama RI Soekarno di polder Stasiun Tawang, area Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/9/2021). (Sumber: YouTube PDI Perjuangan)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Putri Presiden pertama RI Soekarno Megawati Soekarnoputri merasa bangga saat ini patung Proklamator RI Soekarno mulai banyak berdiri.

Megawati menjelaskan, belum lama ini dirinya diminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa meresmikan patung Soekarno. 

Patung Proklamator RI itu ditempatkan di gedung Kementerian Pertahanan dan di kompleks Akademi Militer Magelang. 

Tak hanya itu, Megawati juga diminta sebagai perwakilan keluarga untuk meresmikan patung Bung Karno di Lemhanas.

Baca Juga: Resmikan Patung Soekarno, Megawati dan Prabowo Kompak!

Saat ini Megawati diminta untuk meresmikan patung Soekarno yang berdiri di polder Stasiun Tawang, area Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Megawati, di era Orde Baru, hal yang berhubungan dengan Soekarno akan sangat sulit ditemukan karena adanya pembelokan sejarah.

"Saya waktu itu terharu sekali, karena tidak menyangka. Saya dulu berpikir, Bung Karno pada masa Orde Baru praktis sepertinya sejarah itu dibelokkan dan hal-hal yang ada hubungannya dengan beliau itu tidak diceritakan secara benar," ujar Megawati di acara peresmian patung Soekarno secara virtual melalui kanal YouTube PDI Perjuangan, Rabu (29/9/2021).

Megawati menjelaskan, berdirinya patung Bung Karno di polder Stasiun Tawang, area Kota Lama, Semarang masih berhubungan dengan sejarah kemerdekaan dan sejarah kehidupan Proklamator RI.

Baca Juga: 5 Momen Mesra Megawati-Prabowo di Peresmian Patung Bung Karno

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:55
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19