Kompas TV nasional politik

Potensi Pelanggaran dalam Pesta Demokrasi Menyempit Jika Ruang Partisipasi Masyarakat Besar

Senin, 27 September 2021 | 19:02 WIB
potensi-pelanggaran-dalam-pesta-demokrasi-menyempit-jika-ruang-partisipasi-masyarakat-besar
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Abhan dalam Webinar Nasional Partisipasi dan Pemilu yang digelar oleh Bawaslu Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, (27/9/2021). (Sumber: Bawaslu RI)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Semakin banyak ruang untuk masyarakat berpartisipasi dalam pelaksanaan pesta demokrasi, potensi pelanggaran yang bisa terjadi pun menjadi semakin sempit.

Penjelasan itu disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Abhan dalam Webinar Nasional Partisipasi dan Pemilu yang digelar oleh Bawaslu Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (27/9/2021).

Menurut Abhan, partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi sangat penting. Masyarakat berhak melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan oleh peserta pemilu.

Sehingga potensi kecurangan dalam tahapan pemilu bisa ditekan.

Baca Juga: Ketua Bawaslu Sebut Masih Ada Regulasi Tumpang Tindih dalam Pemilu 2019, Bagaimana Pemilu 2024?

“Semakin banyak ruang partisipatif maka potensi pelanggaran semakin sempit. Niat peserta pemilu untuk berbuat curang akan berkurang karena semua diawasi oleh publik,” ujarnya, seperti dilansir laman resmi Bawaslu RI.

Abhan menambahkan, Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawasi setiap tahapan pemilihan. 

Laporan atau aduan dari masyarakat dan peserta pemilu terkait potensi pelanggaran disebutnya sangat membantu kinerja penyelenggara pemilu.

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Korupsi di Bawaslu Kabupaten Banjar

Menurutnya, partisipasi masyarakat bukan hanya saat hari H pemilihan saja, tetapi juga pada tahapan lain.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19