Kompas TV nasional politik

Pengamat Hukum Duga Ada Penyidik Lain yang Ikut Bermain di Kasus Azis Syamsuddin

Sabtu, 25 September 2021 | 21:55 WIB
pengamat-hukum-duga-ada-penyidik-lain-yang-ikut-bermain-di-kasus-azis-syamsuddin
Komisi Pemberantasan Korupsi Menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Ditetapkan Sebagai Tersangka (Sumber: Tangkapan layar YouTube Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk berani membersihkan dirinya dari para mafia kasus, terutama kasus yang melibatkan penyidik KPK dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Pengamat Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan mengatakan, kasus dugaan suap yang dilakukan Azis Syamsuddin terhadap oknum penyidik telah membuat kepercayaan masyarakat terhadap KPK luntur. 

Apalagi oknum penyidik yang kini menjadi terdakwa bukan sekali menerima suap terkait perkara yang sedang ditangani KPK. 

Baca Juga: Azis Syamsuddin Resmi Jadi Tersangka Korupsi, Modus yang Digunakan adalah Makelar Kasus

Asep menduga dari kasus ini ada oknum penegak hukum lain di KPK yang juga bermain penanganan perkara. 

Sebab, dalam dakwaan yang dibacakan saat persidangan di pengadilan Tipikor, terdakwa Stepanus Robin Pattuju lebih dari tiga kali menerima suap terkait perkara yang ditangani KPK.

"KPK harus berani membuka, kalau KPK tidak berani ini kita senyum-senyum saja paling," ujarnya saat dihubungi dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Sabtu (25/9/2021).

Lebih lanjut Asep menilai dari kasus Azis Syamsuddin juga membuka bagaimana oknum legislator bisa bermain-main dengan penegak hukum dan penyidikan.

Baca Juga: Jadi Tahanan KPK, Begini Kondisi Rumah Azis Syamsuddin di Lampung

Menurutnya publik juga tidak menyangka sebuah lembaga antirasuah bisa dipermainkan oleh para mafia kasus. 

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


SINAU

Simak! Lakukan ini Jika Tersesat di Gunung

Sabtu, 25 September 2021 | 21:36 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
21:58
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19