Kompas TV regional berita daerah

Sosialisasi Relokasi Pedagang Pasar Johar Kurang Maksimal

Rabu, 15 September 2021 | 13:19 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Proses relokasi pedagang ke bangunan cagar budaya Pasar Johar Baru kurang tersosialisasikan. Akibatnya, sebagian pedagang belum memahami mekanisme kepindahan karena belum adanya koordinasi antara Dinas Perdagangan Kota Semarang dengan para pedagang. Apalagi rencana kepindahan pedagang masih terkendala surat kepemilikan lahan dan pembagian lapak.

Dari tujuh ribu pedagang yang terdata di Dinas Perdagangan Kota Semarang, kepala paguyuban pedagang mengaku hanya enam ribu pedagang yang masih memiliki surat kepemilikan lahan. Pedagang mengancam akan melakukan aksi menolak pindah jika Pemerintah Kota Semarang belum melakukan sinkronisasi data lapak pedagang yang tercatat, untuk menempati bangunan cagar budaya Pasar Johar.

"Tidak ada penagihan, kami belum diajak bicara. Kami bukan mempermasalahkan tanggal pindah, tapi ketidak jelasan itu yang kami tanyakan ke pemkot," kata Surahman, Ketua PPJP Pasar relokasi Johar Semarang.

Salah satu pedagang grosir buah mengaku sejak mengumpulkan data kepemilikan lapak hingga sekarang, Dinas Perdagangan Kota Semarang belum melakukan sosialisasi terkait kepindahan tersebut.

"Seharusnya itu diakomodir dulu, berani grosir dulu kan dasar kecil-kecilnya kan banyak, saya jadikan satu, seharusnya kan seperti itu dulu. Belum sama sekali, kemarin baru ada kuisioner itu ya belum jelas itu. Datanya sudah masuk, tapi kan datanya banyak yang kecil-kecil itu tadi dan belum dijadikan satu. Lalu dia dianggap pengecer kan repot," tutur Saadulah, pedagang buah.

Belum adanya sosialisasi terkait kondisi luasan lapak di bangunan cagar budaya Pasar Johar Baru, seluruh pedagang relokasi Pasar Johar berencana akan melakukan aksi menuntut keadilan terkait pembagian lapak. Pasalnya, pedagang yang memiliki empat sampai lima lapak di Pasar Johar lama nantinya akan diberi satu lapak untuk tempat berjualan.

#pasarjohar #kotasemarang #relokasipedagang

Penulis : KompasTV Jateng

Sumber : Kompas TV Jateng


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19