Kompas TV entertainment musik

Kisah Haru di Balik Lagu Untuk Indonesiaku Milik God Bless

Rabu, 4 Agustus 2021 | 19:01 WIB

KOMPAS.TV - Setahun lalu, God Bless merilis lagu baru berjudul “Untuk Indonesiaku” dalam rangka HUT ke-75 Republik Indonesia. Lagu tersebut bercerita tentang rasa cinta seorang seniman terhadap tanah air.

Ini merupakan karya terakhir Areng Widodo, musisi senior yang juga sahabat dekat para personel God Bless. Lagu ini digarap dalam suasana haru, sebelum Areng Widodo meninggal dunia pada 31 Oktober 2019.

Pada 30 Oktober 2019, Ian Antono menjenguk Areng Widodo yang saat itu dirawat di Rumah Sakit Paru dr. Goenawan Partowidigdo di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Beberapa jam kemudian setelah pertemuan dengan Ian Antono, Areng pun menghembuskan nafas terakhirnya.

"Dalam pertemuan tersebut, dengan kondisi lemah namun tetap dengan semangat menyala, Areng masih sempat membahas tentang lagu ciptaannya itu dan menyampaikan harapannya agar bisa dibawakan oleh Ahmad Albar dan God Bless," ungkap God Bless seperti dikutip dari Antara (18/8/2020).

Areng Widodo diketahui kerap bekerja sama dengan personel God Bless dalam menggarap karya musik.

Beberapa lagu Achmad Albar saat bersolo karir merupakan ciptaan Areng Widodo seperti Syair Kehidupan (1980), Dunia Huru-Hara (1981), serta Dunia Dibakar Api (1988).

Bersama Donny Fattah, Areng juga pernah bekerja sama menggarap album Daun Daun Surga yang dibawakan Bangkit Sanjaya (1985).

Sementara Ian Antono pernah bekerja sama untuk dua lagunya yakni “Jarum Neraka” (1984) dan “Tangan-Tangan Setan” (1985) yang melambungkan nama Nicky Astria.

Atas kedekatan dan persahabatan itulah, God Bless menggarap karya tersebut. Selama proses rekaman, God Bless mengaku sedikit terpengaruh untuk menghadirkan sound seperti lagu dari band Slipknot.

Namun demi menjaga amanat sang pencipta lagu, mereka tidak mengganti satu pun lirik garapan Areng Widodo.

"Liriknya bisa menjadi ekspresi siapa saja yang ingin mengedepankan kecintaan pada Ibu Pertiwi,” seperti dikutip dari Antara (18/8/2020).(*)

Grafis: Agus Eko

Penulis : Gempita Surya

Sumber : diolah dari berbagai sumber




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19