Kompas TV nasional peristiwa

Keraguan Dahlan Iskan Pada Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi, Heryanty

Rabu, 4 Agustus 2021 | 15:02 WIB

JAKARTA, KOMPSA.TV - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkap sejumlah keraguan pada kasus viral yang membawa nama anak Akidi Tio, Heryanty. 

Dalam wawancara di Sapa Indonesia Malam Kompas TV pada Selasa (3/8/2021) Dahlan ungkapkan beberapa hal terkait Heryanty menurut sumber orang dekat. 

“Sejak pertama, saya sudah meragukan. Cuma bahasa saya tidak vulgar, Tetapi bahwa Heryanty bukan orang jahat, bukan mau nipu, berdasarkan sumber yang dekat dengan dia, Heryanty ini orang baik, supel, rendah hati, dan seterusnya, Sumber saya itu tahu Heryanty ini tidak punya uang, apalagi Rp2 triliun. Utangnya Rp 3 miliar aja dia gak bisa bayar. Apalagi di Jakarta itu Rp 6 miliar tidak bisa bayar.”cerita Dahlan. 

Dahlan juga menceritakan bahwa keluarga Heryanty sebelumnya memang memiliki bisnis di Singapura. 

Menurutnya bisa saja Heryanty kena jebak, atau ditipu. 

“Menurut sumber saya, Heryanty punya warisan di Singapura, yang bisa jadi Heryanty tertipu pada orang-orang yang dia minta mengurus uangnya itu. Hari itu Heryanty mendapatkan kabar uangnya akan keluar, sehingga dia berani menyumbang.”ujar Dahlan. 

Lebih lanjut terkait ayah dari Heryanty, Dahlan mengatakan Akidi adalah sosok pengusaha yang sangat sederhana namun uangnya banyak. 

Berdasarkan sumber yang dipaparkan Dahlan, keluarga Akidi memiliki investasi di Singapura. 

“Berdasarkan sumber saya yang dekat dengan Heryanty itu punya perusahaan di Singapura, Pak Aki sudah meninggal 12 tahun lalu, pakah perusahan itu bisa dikelola lagi, itu kelihatannya Heryanty punya problem di situ. Ada gedung, aset, begitu. Pasti investment.”ucapnya. 

Video Editor: Lisa
 

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19