Kompas TV nasional update

Kemendikbud Anggarkan Rp 3,7 Triliun untuk Laptop, Pengamat Nilai Harga dan Spesifikasi Tak Sesuai

Sabtu, 31 Juli 2021 | 10:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi menjelaskan proses pengadaan laptop untuk sekolah senilai 3,7 triliun rupiah yang menjadi sorotan masyarakat karena dinilai kemahalan jika melihat spesifikasinya.

Pengadaan ratusan ribu laptop oleh Kemendikbud merupakan bagian dari program merdeka belajar yang digagas Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi, Nadiem Makarim.

Pengadaan ratusan ribu laptop untuk puluhan ribu sekolah ini masuk dalam kegiatan belanja produk TIK yang difokuskan untuk mendorong digitalisasi pendidikan.

Sementara untuk pemilihan produk dan merek laptop sudah sesuai aturan yang ada yakni melalui e-katalog.

Sementara itu Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menyatakan pengadaan ratusan ribu laptop dari Kemendikbudrsitek
bukan menjadi jalan keluar terwujudnya digitalisasi pendidikan di Indonesia.

Sebab infrastruktur yang belum memadai seperti ketersediaan internet dan listrik adalah tantangan yang saat ini masih harus diselesaikan.

Di sisi lain pengamat teknologi informasi, Alfons Tanujaya meyayangkan spesifikasi laptop yang akan diberikan Kemendikbud ke sekolah-sekolah jika betul harganya mencapai 10 juta rupiah.

Menurut Alfons spek minimum laptop yang tertuang dalam aturan Kemendikbud sangat rendah dan tidak sesuai lagi dengan kondisi teknolgi informasi saat ini.

Sebelumnya dalam peraturan mendikbudristek nomor 5 tahun 2021 menyatakan spesifikasi minimal laptop untuk program TIK dan media pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut: 

  • Prosesor (CPU) dua inti (dual core)
  • Memori standar 4 GB DDR4 hard drive 32 GB
  • Layar LED 11 inci
  • Sistem operasi (os) Chromebook

Siswa sekolah tentu membutuhkan laptop dan penunjangnya untuk belajar secara daring.

Karena itu pemerintah sebaiknya memberikan perangkat yang mumpuni agar kualitas belajar mengajar secara digital terutama di saat pandemi menjadi lebih baik.

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


SINAU

Benarkah Pohon Bisa Bicara?

Sabtu, 18 September 2021 | 23:12 WIB
SINAU

Alasan Induk Kucing Memindah-mindahkan Anaknya

Sabtu, 18 September 2021 | 22:57 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
23:21
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19