Kompas TV nasional kriminal

Kasus Pemalsuan Tabung Oksigen dengan APAR Terbongkar, Polri Tetapkan 6 Tersangka

Kamis, 29 Juli 2021 | 10:46 WIB
kasus-pemalsuan-tabung-oksigen-dengan-apar-terbongkar-polri-tetapkan-6-tersangka
Ilustrasi tabung oksigen. Tabung berisi oksigen tiba di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021). (Sumber: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bareskrim Polri berhasil meringkus enam tersangka terkait kasus pemalsuan tabung oksigen yang ternyata alat pemadam api ringan (APAR).

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika  mengungkapkan, siasat yang dilakukan para pelaku berupa mengubah tampilan tabung APAR menjadi tabung oksigen.

"Kemudian yang berkaitan dengan pengubahan, penjualan, dan perdagangan tabung APAR yang dimodifikasi menjadi tabung gas oksigen, kami tetapkan enam orang tersangka," kata Helmy dalam jumpa pers secara virtual, Rabu (28/7/2021).

Menurut Helmy, sangat berbahaya mengisi tabung APAR dengan oksigen karena memang tidak dirancang untuk itu, terlebih jika pembersihan tabungnya tidak sempurna.

Baca Juga: Hingga Kini, Polri Sudah Tetapkan 37 Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19 dan Tabung Oksigen

"Tabung APAR diubah menjadi tabung oksigen sebenarnya berbahaya, karena seharusnya alat untuk memadamkan kebakaran itu tidak didesain untuk (diisi) oksigen," ujar Helmy.

"Kita tidak tahu bagaimana tank cleaning-nya, di dalamnya (tabung APAR) gas CO2. Kalau misalkan diisi gas oksigen, kalau pembersihannya tidak bagus, tentu membahayakan orang," imbuhnya.

Lebih lanjut, secara desain, tabung untuk oksigen memliki kriteria khusus yang tidak dapat dipenuhi oleh tabung APAR.

Helmu juga mengatakan, para pelaku menjual tabung oksigen palsu itu dengan harga hingga Rp 3 juta dan modal yang dikeluarkan hanya Rp 700 ribu.

"(Harga jual) untuk tabung APAR variatif, antara Rp 2 hingga 3 juta. Namun Rp 700-900 ribu itu modal mereka (para tersangka)," tuturnya.

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Iman Firdaus

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Penjual Kopi Keliling ala Cofee Shop

Jumat, 24 September 2021 | 18:54 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:05
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19