Kompas TV nasional politik

Ramai Soal Jokowi End Game, Ini Pandangan Pengamat Politik!

Minggu, 25 Juli 2021 | 01:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV- Belakangan Indonesia tengah diramaikan dengan seruan aksi menolak PPKM level empat yang bertajuk Jokowi End Game.

Aksi tersebut rencananya digelar dengan berjalan kaki dari Glodok menuju Istana Negara.

Dalam poster seruan ‘Jokowi End Game’ tersebut, tertulis ajakan bagi masyarakat untuk turun ke jalan demi menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana.

Menurut pengamat politik Yunarto Wijaya, menyampaikan kritik dengan cara berdemo adalah hal yang wajar jika dilakukan dalam keadaan normal.

Namun demikian, jika kritik tersebut disampaikan saat pandemi Covid-19 dengan cara melanggar protokol kesehatan, hal itu bisa dikatakan sebagai tindakan melanggar hukum.

“Dalam masa pandemi seperti sekarang, pengumpulan massa apalagi yang diorganisir menimbulkan kerumunan, saya pikir jelas itu pelanggaran hukum. Dan motifnya sudah pasti bisa dikatakan tidak baik”, ungkap Yunarto dalam sebuah video yang diterima Kompas TV (24/7).

Baca Juga: Polisi Pastikan Jakarta Kondusif, Tidak ada Demo Tolak PPKM Jokowi End Game

Jika narasi ‘Jokowi End Game’ yang beredar benar adanya, Yunarto menduga ada aktor di belakang yang sengaja memanfaatkan situasi saat ini demi kepentingan politik. 

“Kalau sudah berbicara mengenai rezim jatuh, saya meyakini ada aktor di belakangnya yang lebih bertujuan politik, dan menggunakan adek adek mahasiswa dan sebagian masyarakat menjadi tameng, yang akhirnya akan ikut menularkan di pandemi ini”, pungkasnya.

Oleh karena itu, apabila hal tersebut benar, ia meminta kepada aparat untuk mengambil sikap tegas.

“Kalau betul ada istilah pengumpulan massa, kalau betul memang targetnya hanya end game dari rezim Jokowi, saya pikir harusnya polisi, penegak hukum berani bertindak tegas, karena jelas akan mengorbankan masyarakat”, tuturnya. 

Penulis : Abdur Rahim

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


AIMAN

Siapa Dalang Tragedi?

Selasa, 14 September 2021 | 07:10 WIB
Beranda Islami

Kisah Masuk Surga karena Seekor Burung

Selasa, 14 September 2021 | 06:40 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
08:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19