Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Vonis Hakim Bias Gender untuk Jaksa Pinangki - Opini Budiman

Sabtu, 10 Juli 2021 | 09:00 WIB

Kisah, misteri, dan kontroversi Jaksa Pinangki Sirna Malasari, tetap menarik diikuti. Kejaksaan memutuskan tidak mengajukan kasasi dalam kasus Pinangki.

Artinya, kejaksaan tutup buku perkara Pinangki dengan segala misteri. Ada apa di balik itu semua?

Argumen logis dan yuridis yang masuk akal adalah vonis empat tahun sudah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Artinya, kalau Jaksa kasasi, akan menimbulkan betapa inkonsistensinya Kejaksaan. Tuntutan Jaksa dikabulkan, tetapi oleh Majelis Hakim Banding yang hanya memeriksa berkas.

Alasan lain, dengan tidak kasasi, kasus Pinangki berkekuatan hukum tetap. Maka, misteri Pinangki dengan “king makernya” tetap menjadi misteri, tetaplah menjadi rahasia.

Dan itu, akan selalu jadi pertanyaan publik. Siapa sebenarnya King Maker yang bisa mengatur perkara. Ini sebenarnya tidak menguntungkan bagi pihak-pihak terkait.

Yang justru menarik adalah mengapa Majelis Banding mendiskon hukuman Pinangki menjadi empat tahun penjara.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pertama yang diketuai Ignatius Eko Purwanto, menghukum Pinangki sepuluh tahun penjara.

Alasan Hakim Eko Purwanto, tujuan dari pemidanaan bukanlah pemberian nestapa bagi pelaku tindak pidana, melainkan bersifat preventif, edukatif dan korektif, maka tuntutan yang dimohonkan Penuntut Umum dipandang terlalu rendah, kata Eko dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2/2021).

Sementara Peradilan Banding mendiskon hukuman menjadi empat tahun penjara, sama dengan tuntutan Jaksa.

Alasannya: Pinangki mengaku bersalah dan mengatakan menyesali perbuatannya serta telah mengikhlaskan dipecat dari profesinya sebagai Jaksa.

Oleh karena itu, ia masih dapat diharapkan akan berprilaku sebagai warga masyarakat yang baik.

Penulis : Aryo bimo

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Pencuri Modus Tolong Korban Kecelakaan

Jumat, 24 September 2021 | 15:41 WIB
Berita Daerah

Ditangkap, Preman Ini Menangis

Jumat, 24 September 2021 | 15:39 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
15:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19