Kompas TV nasional peristiwa

Nekat Langgar PPKM Darurat? Ingat, Sanksi Pidana Menanti!

Minggu, 4 Juli 2021 | 19:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Hari pertama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, PPKM Darurat, di Jawa dan Bali kemarin (03/07), relatif lancar, meski sempat diwarnai penertiban pelaku usaha yang memfasilitasi makan di tempat, dan protes di sejumlah pos penyekatan.

Perlu diingat, jika nekat melanggar PPKM darurat, sanksi pidana menanti.

Sirine patroli dan peringatan agar tak nekat memfasilitasi pengunjung untuk makan di tempat, menggema di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, di hari pertama PPKM darurat, 3 Juli kemarin.

Para pengunjung warung-warung makan yang nekat mengabaikan larangan makan di tempat pun, dibubarkan petugas.

Sanksi menanti, jika masih ada yang nekat mengabaikan aturan PPKM darurat ini.

Selain berpatroli keliling warung makan, petugas juga melakukan razia ke salah satu mal di Rawamangun, memastikan agar semua toko tutup, kecuali yang diizinkan beroperasi seperti supermarket, maupun apotek, yang menjual obat-obatan.

Sementara itu, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebuah warung oleh-oleh di restoran, ditutup, setelah Bupati Bogor, Ade Yasin melakukan sidak bersama Forkopimda, ke sejumlah tempat wisata dan restoran di Puncak.

Sabtu (03/07) malam, di Tangerang, petugas gabungan juga membubarkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi penyebaran covid-19, di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang.

Di atas jam 20.00 WIB, jalan-jalan protokol ditutup, dan toko-toko yang masih nekat buka, disegel, dan tidak diizinkan membuka kembali dagangannya selama 1 x 24 jam.

Namun, tak selamanya penertiban PPKM darurat berlangsung lancar.

Di Surabaya, Jawa Timur, seorang pengemudi angkutan barang marah, dan protes karena diberhentikan petugas, di Bundaran Waru.

Selama masa PPKM darurat hingga 20 Juli, pemerintah akan memonitor pergerakan masyarakat lewat ponsel dan medsos.

Jika masih terdeteksi banyak pergerakan masyarakat, sistem akan secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada aparat terdekat, untuk segera datang dan bertinda

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:01
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19