Kompas TV olahraga kompas sport

Ekspektasi Tinggi Media Massa Terhadap Timnas Inggris

Sabtu, 3 Juli 2021 | 19:54 WIB

KOMPAS.TV - Euforia melanda masyarakat Inggris. Berkat kemenangan atas Jerman di perdelapan final, mereka kini optimistis dapat lolos ke final bahkan juara.

Nyanyian football coming home, terus didengungkan para pendukungnya.

Mengingat kemenangan atas Der Panzer sangatlah bersejarah.

Untuk pertama kalinya, The Three Lions menyingkirkan Jerman di fase gugur turnamen mayor sejak 1966.

Untuk pertama kali pula, Inggris mengalahkan Jerman di stadion keramat Wembley sejak 1975 dan ini sekaligus menjadi kemenangan perdana atas Jerman sejak tahun 2000.

Kegembiraan yang melanda di masyarakat ikut melanda pula sejumlah pemberitaan headline media massa di Inggris.

Banyak headline mengangkat sanjungan terhadap Armada Garet Southgate, termasuk mewacanakan hasrat menjadi juara.

Padahal, tak ada puja-puji sebelum kemenangan atas Jerman, yang ada hanyalah kritik.  

Inilah dinamika yang sangat berbeda dari media massa Inggris terhadap tim nasionalnya menurut asisten profesor sport management dari Coventry University, doktor Tom Bason.

“Jadi jika tabloid ingin menimbulkan rasa patriotisme, mereka harus beralih ke sejarah militer antara kedua negara. Akibatnya, banyak headline sebelum pertandingan berdasarkan oleh kekalahan-kekalahan penalti Inggris sebelumnya saat melawan Jerman, atau tentang Perang Dunia. Setelah pertandingan, yang terasa adalah perasaan lega- terutama bahwa Inggris akhirnya mengalahkan Jerman dalam pertandingan sistem gugur- dan ini pun tercermin di media,” ujar Tom Bason.

Ekspektasi yang berlebihan dapat mengganggu konsentrasi timnas Inggris.

Masih menurut Bason, kekalahan dalam laga selanjutnya akan dilihat sebagai kegagalan oleh media. Tugas manajemen The Three Lions lah melindungi para pemain agar tidak membebani pikiran mereka.

 

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:04
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19