Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Anggota DPR Tuding Antam Terlibat dalam Skandal Impor Emas Senilai Rp 47,1 Triliun

Kamis, 24 Juni 2021 | 13:10 WIB

KOMPAS.TV - Perusahaan BUMN Aneka Tambang atau Antam sedang menjadi sorotan karena tudingan salah satu anggota DPR tentang impor emas.

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan menyebutkan ada dugaan kasus penggelapan uang bermodus impor emas melalui Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Tangerang.

Hal itu diungkapkannya saat rapat bersama Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin pada Senin (14/6/2021) lalu.

Arteria bahkan meminta Kejaksaan Agung memeriksa petinggi Antam, lantaran menduga ada keterlibatan perusahaan ini terkait penggelapan dana dari impor emas. Ia menyebut ada indikasi manipulasi produk emas dengan mengubah kode HS untuk impor tersebut. Sehingga yang seharusnya dikenakan bea masuk hingga 5 persen tapi menjadi 0 persen ketika tiba di Indonesia.

Menurutnya, tindakan penggelapan impor emas itu pun berpotensi merugikan negara hingga triliunan.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam menanggapi tudingan keterlibatan dalam dugaan kasus penggelapan uang bermodus impor emas senilai Rp 47,1 triliun.

Selain Antam, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga disebut terlibat. SVP Corporate Secretary Antam Yulan Kustiyan mengatakan, sebagai perusahaan pelat merah, Antam telah memenuhi seluruh ketentuan dalam impor emas sesuai dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

"Antam senantiasa berkomitmen mematuhi peraturan yang berlaku dalam setiap lini bisnis Perusahaan, termasuk dalam kegiatan impor emas yang dilakukan perusahaan melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia," ujar Yulan.

Ia menjelaskan, Antam memang melakukan impor emas yakni gold casting bar atau emas hasil tuangan dengan berat 1 kilogram untuk bahan baku produk logam mulia.

Produk tersebut masuk dalam kategori pos tarif (HS Code) 7108.12.10 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 6/PMK.010/2017.

Menurut Yulan, perseroan telah memenuhi ketentuan dalam impor produk emas tersebut, termasuk dalam hal kewajiban tarif bea masuk.

Penulis : Anjani Nur Permatasari





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:14
PANITIA PELAKSANA WIMBLEDON PERBOLEHKAN PENONTON UNTUK SAKSIKAN LANGSUNG TURNAMEN TENIS DENGAN PROKES KETAT   PEMERINTAH HONGKONG LARANG SEMUA PENERBANGAN DARI INDONESIA MULAI JUMAT, 25 JUNI 2021   PEMERINTAH HONGKONG TETAPKAN INDONESIA MENJADI NEGARA “EXTREMELY HIGH RISK” PENYEBARAN COVID-19   BMKG: GEMPA MAGNITUDO 5,7 GUNCANG MALUKU BARAT DAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   SEBANYAK 17 WARGA TERPAPAR COVID-19, SATU RT DI KELURAHAN PAMULANG BARAT LAKUKAN “LOCKDOWN”   PEMKOT PEKANBARU TUNDA PELAKSANAAN BELAJAR TATAP MUKA KARENA 26 KELURAHAN MASIH BERSTATUS ZONA MERAH   PEMKOT JAKSEL TUTUP SEMENTARA 347 TAMAN GUNA ANTISIPASI KERUMUNAN   ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 MENINGKAT, PEMPROV DKI JAKARTA TAMBAH SIF DAN JAM KERJA PENGANTAR JENAZAH   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: 180 JENAZAH DIMAKAMKAN DI PEMAKAMAN KHUSUS COVID-19 DI ROROTAN, CILINCING, JAKUT   PEMPROV DKI CATAT 180 PEMAKAMAN DENGAN PROSEDUR COVID-19 DALAM SEHARI   IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA: PROPORSI KASUS COVID-19 PADA ANAK USIA 0-18 TAHUN MENCAPAI 12,5%   KEMENKES: VAKSINASI COVID-19 UNTUK MASYARAKAT UMUM BISA DIIKUTI DI FASILITAS KESEHATAN TERDEKAT   KEMENPUPR BANGUN RUSUN SENILAI RP 2,4 MILIAR UNTUK PONDOK PESANTREN DI KULON PROGO   KEMENKOMINFO BERKOMITMEN UNTUK TINDAK TEGAS KONTEN RADIKALISME DAN TERORISME