Kompas TV nasional update corona

Satgas Sebut Tak Perlu Test PCR Setelah Isolasi Mandiri, tapi juga Jangan Bertindak Sendiri

Selasa, 22 Juni 2021 | 20:23 WIB
satgas-sebut-tak-perlu-test-pcr-setelah-isolasi-mandiri-tapi-juga-jangan-bertindak-sendiri
Rumah Susun Nagrak, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Direncanakan akan menjadi tempat isolasi mandiri pasien covid-19 dengan gejala ringan sampai sedang. Guna tangani kasus COVID-19 di Ibukota, 4 tower rumah susun pun siap beroperasi. (Sumber: KEMAS ABDUL MALIK / KOMPASTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan, pedoman terbaru Covid-19 Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa isolasi mandiri dilakukan minimal selama 10 hari.

"Dalam panduan Kementerian Kesehatan, isolasi mandiri dilakukan minimal selama 10 hari, ditambah tiga hari," ungkapnya dalam Live Instagram Radio Kesehatan yang bertajuk Tata Cara Isolasi Mandiri yang Tepat, Senin (21/6/2021).

Kata Reisa, tak sedikit orang yang salah menghitung periode isolasi mandiri.

Oleh karena itu, Reisa menyarankan agar bertanya kepada tenaga medis untuk mengetahui kapan waktu yang tepat mengakhiri isolasi mandiri.

Baca Juga: Kapolri Minta Pemprov DKI Siapkan 31 Tempat Isolasi Mandiri Covid-19

Ia mengingatkan untuk tidak mengambil keputusan sendiri dan mengakhiri pengobatan. Hal itu dikhawatirkan kondisi tubuh sebetulnya masih perlu isolasi dan itu sangatlah berbahaya.

"Tidak perlu PCR ulang untuk menyatakan sembuh, tapi yang menyatakan treatment-nya selesai tidak bisa dari diri sendiri, melainkan keputusan faskes atau tenaga medis yang merawat," ucap dia.

Penulis : Hedi Basri | Editor : Fadhilah





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:26
PENUNJUKKAN ANGGOTA DEWAN FAO ADALAH KADO TERBAIK HARI KRIDA PERTANIAN 2021    PRESIDEN FILIPINA RODRIGO DUTERTE ANCAM PENJARAKAN WARGA YANG MENOLAK VAKSINASI COVID-19   OJK: JIKA MENERIMA SMS/WHATSAPP PENAWARAN PINJAMAN DARING LANGSUNG HAPUS DAN BLOKIR NOMOR TERSEBUT   OJK PASTIKAN PENAWARAN PINJAMAN DARING MELALUI SMS/PESAN WHATSAPP DILAKUKAN OLEH "FINTECH" ILEGAL   DPR TELAH TERIMA SURPRES RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG KETENTUAN UMUM & TATA CARA PERPAJAKAN (RUU KUP)   PEMPROV JATIM GANDENG TNI DAN POLRI PERKETAT POSKO PPKM MIKRO DI 8 DESA PRIORITAS DI BANGKALAN   DINKES DIY SEBUT KETERSEDIAAN OKSIGEN DI RS RUJUKAN COVID-19 DIY MAKIN MENIPIS KARENA PERMINTAAN NAIK 3 KALI LIPAT   SEBANYAK 52 ASN DI LINGKUP BALAI KOTA YOGYAKARTA POSITIF TERINFEKSI COVID-19   SATGAS MENYATAKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI DEPOK BATAL DIGELAR JIKA KASUS COVID-19 TETAP MELONJAK   SATGAS SEBUT RUANGAN ICU UNTUK PASIEN COVID-19 DI DEPOK PENUH PER HARI INI   IGD RSUP FATMAWATI DI JAKSEL HANYA UNTUK PASIEN COVID-19 DENGAN GEJALA SEDANG, BERAT, DAN KRITIS   PER HARI INI, IGD RSUP FATMAWATI DI JAKARTA SELATAN TIDAK LAGI TERIMA PASIEN NON-COVID-19   PPKM MIKRO, MUSEUM DAN GEDUNG PERTUNJUKAN SENI BUDAYA DI JAKARTA DITUTUP SEMENTARA HINGGA 28 JUNI 2021   SATGAS COVID-19: REKOR KASUS HARIAN TERTINGGI SELAMA PANDEMI YAITU PADA 21 JUNI 2021 DENGAN 14.356 KASUS