Kompas TV nasional kesehatan

Kemenkes Tegaskan 4 Vaksin Ini Tidak Boleh Digunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong

Rabu, 16 Juni 2021 | 21:19 WIB
kemenkes-tegaskan-4-vaksin-ini-tidak-boleh-digunakan-untuk-vaksinasi-gotong-royong
 Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan jenis vaksin yang digunakan dalam program pemerintah tidak dapat digunakan untuk program vaksinasi gotong royong.

Ketentuan ini merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2021 yang disahkan oleh Menteri Kesehatan pada 28 Mei 2021, menggantikan Peraturan Menteri Kesehatan yang sebelumnya Nomor 10 Tahun 2021.

"Artinya vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax tidak akan digunakan dalam vaksinasi gotong royong," kata Nadia dalam dialog KCPEN secara virtual, Rabu (16/6/2021).

Menurut penjelasannya dalam Permenkes tersebut disebutkan vaksin yang sifatnya hibah atau sumbangan, baik dari negara, instisusi maupun organisasi dengan merek vaksin yang sama dalam vaksinasi gotong royong dapat digunakan untuk program vaksinasi pemerintah.

Nadia kemudian mencontohkan 500.000 dosis vaksin Sinopharm yang diterima Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dalam bentuk hibah.

Baca Juga: Presiden Jokowi Naikan Target Vaksin Massal Jadi 1 Juta Dosis Per Hari

"Kebetulan mereknya sama, yang saat ini kita sudah terima ya Sinopharm dari negara yang UEA itu sifatnya bukan kita beli tapi itu merupakan sumbangan, maka walaupun itu vaksin Sinopharm digunakan dalam vaksin gotong royong kita akan menggunakan vaksin sinophram ini dalam program pemerintah," jelas Nadia.

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Fadhilah





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:58
BMKG: GEMPA MAGNITUDO 5,9 DI BOLAANG MONGONDOW SELATAN, SULUT, JUMAT MALAM TAK BERPOTENSI TSUNAMI   DISHUB DKI KLAIM JUMLAH KENDARAAN TURUN HINGGA 62 PERSEN DIBANDINGKAN SAAT PPKM MIKRO   POLRES JAKARTA PUSAT: NIA RAMADHANI DAN ARDI BAKRIE MASIH DALAM PENGARUH SABU SAAT DITANGKAP DAN DIPERIKSA   POLDA METRO JAYA BERI DISPENSASI BAGI PEMILIK SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) YANG MATI SAAT PPKM DARURAT   PERCEPAT PENANGANAN PASIEN COVID-19, MOBIL DINAS KELURAHAN ROROTAN DI JAKARTA UTARA DIJADIKAN MOBIL AMBULANS   CAPAI ANGKA 3.115 KASUS, KECAMATAN PAMULANG JADI WILAYAH DENGAN JUMLAH KASUS COVID-19 TERBANYAK DI TANGSEL   DINKES: HINGGA SAAT INI, 2.284 PASIEN POSITIF COVID-19 DI TANGSEL MASIH JALANI PERAWATAN DAN ISOLASI MANDIRI   KEKURANGAN TENAGA KESEHATAN JADI KENDALA OPERASIONAL TENDA DARURAT DI RUMAH LAWAN COVID-19 DI TANGSEL   LAPORCOVID-19: ADA 1.207 TENAGA KESEHATAN YANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT COVID-19   HINGGA 9 JULI 2021, KASUS COVID-19 DI INDONESIA CAPAI 2.455.912 ORANG, 2.023.548 SEMBUH, DAN 64.631 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 9 JULI 2021, JUMLAH MASYARAKAT YANG SUDAH DIVAKSINASI COVID-19 DOSIS KEDUA MENCAPAI 14.868.577 ORANG   JUMLAH MASYARAKAT YANG SUDAH DIVAKSINASI COVID-19 DOSIS PERTAMA YAKNI SEBANYAK 35.775.567 ORANG   PASIEN COVID-19 BERGEJALA DI RS WISMA ATLET KEMAYORAN BERTAMBAH JADI 6.002 ORANG   IDI SEBUT KEMATIAN DOKTER AKIBAT COVID-19 NAIK HAMPIR TUJUH KALI LIPAT PADA JUNI 2021