Kompas TV regional sosial

Ada Sanksi bagi yang Nekat Berkerumun di Malam Takbiran

Minggu, 9 Mei 2021 | 18:22 WIB
ada-sanksi-bagi-yang-nekat-berkerumun-di-malam-takbiran
Ilustrasi takbiran keliling malam Lebaran, Idulfitri (Sumber: Tribunnews)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Segala bentuk kerumunan akan dilarang pada malam takbiran, jelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Aturan tersebut ditegaskan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi, dan menyebutnya sebagai tindakan melanggar hukum di tengah pandemi Covid-19.

"Segala bentuk kerumunan dilarang. Rawan dalam kategori kontaminasi Covid-19 artinya merupakan pelanggaran hukum," kata Hengki di Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (9/5/2021).

Lebih lanjut, Polres Metro Jakarta Pusat pun menggencarkan edukasi kepada masyarakat, dengan memasang sejumlah spanduk guna menginformasikan larangan berkumpul di malam takbiran.

Sebab, sebelum pandemi mendera seperti saat ini, masyarakat kerap berkumpul di malam sebelum perayaan Idulfitri dan melaksanakan takbir keliling.

"Tidak ada takbir keliling yang sifatnya kerumunan. Jadi fase pandemi ini ada hal yang spesifik, menempatkan orang lain pada situasi yang berbahaya merupakan tindakan pidana," imbuh Hengki.

Baca Juga: Menag Larang Takbiran Keliling Sambut Idul Fitri, Cukup di Mesjid dan Musala Saja

Sementara itu, bagi pelanggar yang nekat berkerumun di masa pandemi Covid-19, dapat dipidana sesuai dengan aturan Undang-Undang No 6 Tahun 2016 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam pasal 93 UU tersebut, disebutkan hukuman pidana paling lama satu tahun dan/atau denda maksimal Rp100 juta bagi mereka yang tidak patuh.

Di samping itu, telah disiapkan 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan.

Penulis : Aryo Sumbogo | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:25
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19