Kompas TV entertainment film

Sutradara Joko Anwar Minta Dukungan Pemerintah Kampanye Nonton Bioskop

Minggu, 7 Maret 2021 | 08:42 WIB
sutradara-joko-anwar-minta-dukungan-pemerintah-kampanye-nonton-bioskop
Penonton Bioskop XXI duduk berjaga jarak saat pemeriksaan kesiapan bioskop beroperasi kembali. (Sumber: ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Sutradara film Joko Anwar meminta dukungan kepada pemerintah untuk kampanye menonton ke bioskop dengan dukungan Kementerian Kesehatan. Menurut Joko, dari sisi data tidak ada klaster penyebaran Covid-19 di bioskop. "Tidak ada klaster penyebaran Covid-19 bioskop. Sebab relatif aman,  jaga jarak, pakai masker, dan menonton menghadap ke depan," katanya saat diwawancara Kompas TV, Minggu (7/3/2021). 

Namun yang saat ini terjadi adalah stigma negatif bahwa nonton bioskop akan menyebarkan Covid-19. "Ini sangat berbahaya," ujarnya. Padahal, industri perfilman turut menopang perekonomian Indonesia. Joko memberi contoh pada tahun 2019, tenaga kerja yang terlibat dalam animasi studi mencapai 50 ribu orang dengan kontribusi mencapai Rp 14 Triliun.

Baca Juga: Kota New York Kembali Buka Bioskop Dengan Aturan Ketat Pencegahan Covid-19

Dengan besarnya nilai pendapatan tersebut, insan film berharap ada insentif dari pemerintah  melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mekanisme dan skemanya bisa ditentukan secara transparan. Pemerintah juga diharap meringankan berbagai pajak yang membebani para pelaku film. Sebab dari mulai shooting film hingga peredaran dikenakan pajak, baik pajak pusat maupun pemerintah daerah.


Sebelumnya, para insan film berkirim surat kepada Presiden Jokowi. Mereka meminta bantuan pemerintah karena selama Covid-19 kondisi perfilman dan para insan film benar-benar terpuruk. Dalam surat terbuka yang diunggah oleh para sutradara dan pemain film itu, mereka meminta agar bioskop tetap bisa buka.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Targetkan Bioskop Bisa Tembus 100 Juta Penonton di 2025

" Bioskop harus bisa bertahan karena di sanalah film-film kami dipertemukan dengan penontonnya. Pembajakan film harus segera diberantas tuntas karena itu adalah potensi ekonomi digital untuk dieksplorasi pelaku industrinya dan ada hak pemasukan negara di dalamnya untuk membangun Indonesia," demikian salah satu bunyi surat surat terbuka tersebut. 

Penulis : Iman Firdaus





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:51
DPRD JEMBER BERI PENILAIAN RAPOR MERAH TERHADAP LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN AKHIR TAHUN ANGGARAN 2020   KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN SERGAP DAN TANGKAP 1 KAPAL IKAN ILEGAL BERBENDERA MALAYSIA DI SELAT MALAKA   TIMNAS ESPORTS BASKET INDONESIA HADAPI FILIPINA PADA BABAK FINAL TURNAMEN FIBA ESPORTS OPEN III 2021   BARESKRIM POLRI GANDENG INTERPOL BURU JOZEPH PAUL ZHANG YANG MENGAKU SEBAGAI NABI KE-26   BARESKRIM POLRI MENDALAMI VIDEO PRIA YANG MENGAKU SEBAGAI NABI KE-26 BERNAMA JOZEPH PAUL ZHANG   PANGDAM XVII/CENDERAWASIH: TUDUHAN GURU DAN SISWA YANG DITEMBAK ADALAH MATA-MATA HANYA UNTUK TUTUPI KEJAHATAN KKB   TNI-POLRI BANTAH TUDINGAN KKB YANG SEBUT GURU DAN SISWA YANG DITEMBAK ADALAH MATA-MATA APARAT   WAKIL BUPATI LUMAJANG BENARKAN CAMAT PRONOJIWO DICOPOT KARENA DIANGGAP TAK SIGAP TANGANI DAMPAK KORBAN GEMPA   DINILAI KURANG PAHAM CARA MENANGANI BENCANA, CAMAT PRONOJIWO, LUMAJANG, JAWA TIMUR, DICOPOT DARI JABATANNYA   PRESIDEN INGATKAN PENANGANAN SEKTOR EKONOMI ATAUPUN KESEHATAN YANG TERDAMPAK PANDEMI BERJALAN SECARA BERIRINGAN   MENDAGRI TITO KARNAVIAN: PENAMBAHAN KASUS POSITIF COVID-19 HARUS JADI PERHATIAN PEMDA SETIAP HARI   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA KEPALA DAERAH JADI "ROLE MODEL" PENEGAKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19   BANYAK PHK AKIBAT PANDEMI, PRESIDEN JOKOWI MINTA KEPALA DAERAH MEMPERBANYAK PROGRAM PADAT KARYA   BMKG DORONG PEMDA TINGKATKAN MITIGASI DAN KEWASPADAAN WARGA TERHADAP BENCANA