Kompas TV nasional peristiwa

Wacana Sertifikat Vaksinasi Corona Dinilai Epidemiolog Berbahaya

Sabtu, 16 Januari 2021 | 15:33 WIB
wacana-sertifikat-vaksinasi-corona-dinilai-epidemiolog-berbahaya
Otoritas Turki pada hari Rabu, 13 Januari 2021, memberikan lampu hijau untuk penggunaan darurat vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh China Sinovac Biotech Ltd. Program vaksinasi Turki langsung dilaksanakan mulai Kamis, 14 Januari 2021 (Sumber: Foto AP/Emrah Gurel, File)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mewacanakan akan memberikan sertifikat kesehatan digital bagi masyarakat yang menerima vaksin Covid-19. Sertifikat itu nantinya sebagai syarat bepergian.

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menilai, wacana pemberian sertifikat digital bagi masyarakat penerima vaksin Covid-19 dan bisa digunakan untuk syarat bepergian sangat berbahaya.

"Vaksin itu bukan segala-galanya dan vaksin tak akan berhasil apabila tracing, testing, dan treatment (3T) serta penerapan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas (5M) masih memprihatinkan," ujar Dicky ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (16/1/2021).

Baca Juga: Menkes Budi Rencanakan Bepergian Tak Lagi Tunjukkan Swab Test Usai Divaksin

Pasalnya, Dicky mengatakan, hal itu akan memberikan rasa aman yang palsu kepada masyarakat.

"Berbahaya sekali itu. Artinya, kalau mau ada sertifikat untuk bisa digunakan ke sana-sini, itu salah. Tidak tepat dan berbahaya. Sebab, orang akan merasa aman palsu dan malah jadi lengah dari potensi penularan Covid-19," lanjutnya.

Dicky menjelaskan, yang harus dipahami adalah setelah mendapatkan vaksin, tidak berarti seseorang terbebas dari potensi tertular atau menularkan Covid-19. Menurut dia, pemberian vaksin memang memberi keamanan, tetapi hanya untuk diri individu itu sendiri.

Penulis : Dian Septina


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:24
ANGKATAN BERSENJATA INDIA LATIH ANJING PELACAK UNTUK KENALI ORANG TERINFEKSI COVID-19 MELALUI KERINGAT   KBRI OMAN: SATGAS DIBENTUK UNTUK MEMBANTU MENANGANI MASALAH-MASALAH KEKONSULERAN DI YAMAN   KBRI OMAN BENTUK SATGAS PERLINDUNGAN WNI DI YAMAN   PRESIDEN JOKOWI SEBUT TRANSFORMASI DIGITAL PINTU MASUK UMKM KE "MARKET PLACE"   KEMENTERIAN KESEHATAN: VAKSIN COVID-19 UNTUK VAKSINASI GOTONG-ROYONG WAJIB IZIN BPOM   KEMENTERIAN KESEHATAN: VAKSINASI GOTONG-ROYONG GRATIS UNTUK KARYAWAN, KARYAWATI, DAN KELUARGA   BIO FARMA: VAKSINASI GOTONG-ROYONG DIPERUNTUKAN BAGI KARYAWAN SWASTA DAN BURUH   BIO FARMA HARAP VAKSINASI GOTONG-ROYONG BISA PERCEPAT PROGRAM VAKSINASI AGAR KEKEBALAN KELOMPOK SEGERA TERCAPAI   BIO FARMA AKAN DATANGKAN DUA JENIS VAKSIN COVID-19 UNTUK KEPERLUAN VAKSINASI COVID-19 GOTONG-ROYONG   MENTAN SYAHRUL YASIN LIMPO: KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) UNTUK MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI   SATGAS COVID-19 SEBUT PPKM BERBASIS MIKRO MAMPU TURUNKAN PENAMBAHAN KASUS COVID-19   LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DUKUNG PEMULIHAN EKONOMI MELALUI SINERGI KEBIJAKAN ANTAROTORITAS KEUANGAN & PERBANKAN   GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER: PARIWISATA JADI TARGET PEMULIHAN PERTAMA DARI DAMPAK PANDEMI COVID-19   GUBERNUR JATIM: PROGRAM "ONE PESANTREN ONE PRODUCT" PERKUAT EKONOMI JAWA TIMUR