Kompas TV TALKSHOW vvip

Memaknai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari - VVIP with Rima Agristina

Rabu, 23 Desember 2020 | 21:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional pada tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, dimana hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Orang-orang saling bertukar hadiah dan menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi, seperti lomba memasak dan memakai kebaya.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran. yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatra. Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19 seperti Kartini, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dan sebagainya.[5] Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

Indonesia juga merayakan Hari Kartini pada 21 April, untuk mengenang aktivis wanita Raden Ajeng Kartini. Ini merupakan perayaan terhadap emansipasi perempuan. Peringatan tanggal ini diresmikan pada Kongres Perempuan Indonesia 1938. Pada saat Presiden Soekarno menetapkan Kartini sebagai pahlawan nasional emansipasi wanita dan hari lahir Kartini sebagai memperingati hari emansipasi wanita nasional, tetapi banyak warga Indonesia yang memprotes dengan berbagai alasan, di antaranya Kartini hanya berjuang di Jepara dan Rembang, Kartini lebih pro-Belanda daripada tokoh wanita seperti Cut Nyak Dien, dll. Karena Soekarno sudah terlanjur menetapkan Hari Kartini maka Soekarno berpikir bagaimana cara memperingati pahlawan wanita selain Kartini seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dll. Akhirnya Soekarno memutuskan membuat Hari Ibu Nasional sebagai hari mengenang pahlawan wanita alias pahlawan kaum ibu-ibu dan seluruh warga Indonesia menyetujuinya.[butuh rujukan]

VVIP Special Hari Ibu “Memaknai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari” bersama RIMA Agristina Deputi Bidang Pengendalian BPIP dan Timothy Marbun, Sabtu 19 Desember 2020 pukul 15.00 siang hanya di Kompas TV. 

Penulis : Yudho Priambodo


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:38
BLACKPINK DITUNJUK JADI DUTA KONFERENSI PERUBAHAN IKLIM PBB (COP26) 2021   BNPB: 60 RUMAH RUSAK RINGAN PASCAGEMPA BERMAGNITUDO 5,2 DI LABUHA, HALMAHERA SELATAN   SEMPAT PADAM SAAT GEMPA 5,2 MAGNITUDO, JARINGAN LISTRIK DI LABUHA, HALMAHERA SELATAN, KEMBALI PULIH   DARI KEDUA TERDUGA TERORIS YANG DITANGKAP DI SURABAYA DAN MOJOKERTO SEJUMLAH BARANG BUKTI DISITA DI ANTARANYA PEDANG   DENSUS 88 POLRI TANGKAP DUA PRIA TERDUGA TERORIS DI SURABAYA DAN MOJOKERTO, JAWA TIMUR   TERKAIT PENEMBAKAN DI CENGKARENG, KOMPOLNAS MINTA POLRI LAKUKAN TES KEJIWAAN BAGI POLISI PEMEGANG SENJATA API   KPK INGATKAN KEPALA DAERAH YANG BARU DILANTIK AGAR SELALU MEMEGANG TEGUH INTEGRITAS   POLDA METRO JAYA BERENCANA USULKAN LOKASI KAMPUNG TANGGUH JAYA JADI LOKASI VAKSINASI COVID-19 UNTUK MASYARAKAT   AZIS SYAMSUDDIN: TAHANAN KPK BUKAN PRIORITAS VAKSINASI SEHINGGA BERPOTENSI TIMBULKAN KETIDAKSETARAAN AKSES   WAKIL KETUA DPR AZIS SYAMSUDDIN MINTA KEMENKES MENGEVALUASI PROSEDUR PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 BAGI TAHANAN KPK   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR: TOTAL PESERTA YANG DIVAKSINASI DI KOMPLEKS PARLEMEN DIPERKIRAKAN MENCAPAI 12.000 ORANG   SYARAT BAWA HASIL TES USAP DI BANDARA SUPADIO PONTIANAK KEMBALI DIPERPANJANG HINGGA LIBUR HARI RAYA IDUL FITRI   TOTAL WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 3.292: 2.368 SEMBUH, 171 MENINGGAL DUNIA, DAN 753 DALAM PERAWATAN   HINGGA 26 FEBRUARI 2021, KASUS COVID-19 DI INDONESIA MENCAPAI 1.322.866 ORANG, 1.128.672 SEMBUH, & 35.786 MENINGGAL DUNIA