Kompas TV nasional sapa indonesia

Lonjakan Tinggi Kasus Harian Corona, Negara Sudah Kewalahan? Ini Penjelasan Satgas & Epidemiolog

Jumat, 4 Desember 2020 | 23:15 WIB

KOMPAS.TV - Di tengah tingginya lonjakan kasus harian positif corona, Presiden Joko Widodo mengklaim, mitigasi pandemi virus corona mulai membuahkan hasil, salah satu indikatornya  adalah kasus aktif covid 19 yang lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia.

Namun demikian kasus harian positif corona di Tanah Air beberapa pekan terakhir  mencatat angka tertinggi.

Misalnya pada 27 Nomber lalu, kasus harian positif corona mencapai 5.828 kasus.

Kemudian pada 29 November, kasus harian sebanyak 6.267 kasus.

Dan kasus harian positif corona paling tinggi terjadi pada 3 Desember dimana angkanya mencapai 8.369 kasus.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan, terdapat perbedaan data penambahan kasus corona Jateng, pada 29 November 2020.

Data satgas penanganan covid-19 menunjukkan angka 2.036.

Sedangkan data Pemprov Jawa Tengah, menunjukkan penambahan 844.

Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan meledaknya kasus covid-19 dalam beberapa hari terakhir tak bisa ditolerir.

Satgas menyebut, tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan semakin menurun.

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman mengaku tidak kaget dengan tingginya kasus harian positif corona.

Selain itu, Epidemiolog UI, Tri Yunis Miko juga menyebutkan jika saat ini baik masyarakat maupun pemerintah harus sama-sama evaluasi seperti kenaikan kasus corona datanya haruslah aktual dan transparan, pelayanan kesehatan juga harus dilakukan pengecekan ketersediaan dan keterisian ruang isolasi dan perawatan serta tindak tegas terhadap masyarakat yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Menurutnya, harus segera dilakukan evaluasi mendalam terkait penanganan corona di Indonesia, seperti testing dan tracing yang belum memenuhi target organisasi kesehatan dunia (WHO)

Pemerintah harus lebih serius melakukan manajemen penanganan pandemi,sementara masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, sehingga penambahan kasus harian positif corona bisa terus ditekan.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari


BERITA UTAMA

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:24
KEPALA DINAS BINA MARGA DKI HARI NUGROHO SEBUT “FLYOVER” LENTENG AGUNG DAN TANJUNG BARAT DIUJI COBA PEKAN INI   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO MUTASI 50 PERWIRA TINGGI, TERBANYAK DARI ANGKATAN DARAT   KEMENTERIAN PUPR PERKETAT PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL YANG WAJIB DILAKSANAKAN OLEH BADAN USAHA JALAN TOL   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI: "FOOD ESTATE" JADI KESEMPATAN WUJUDKAN MODERNISASI PERTANIAN   WAKIL KETUA MPR JAZILUL FAWAID: TOLERANSI MENJADI PRASYARAT UTAMA BERLANGSUNGNYA SEBUAH NEGARA   KETUA UMUM PB IDI DAENG M FAQIH AJAK KAUM IBU TIDAK TAKUT DISUNTIK VAKSIN COVID-19    KEMENTERIAN KESEHATAN MINTA RUMAH SAKIT SWASTA GOTONG ROYONG TAMPUNG PASIEN COVID-19   RSUD DEPOK AKAN TAMBAH RUANG ICU DAN TEMPAT TIDUR ISOLASI PASIEN COVID-19 BULAN DEPAN    MENKES BUDI GUNADI SADIKIN PERINTAHKAN RUMAH SAKIT DI TIAP ZONA COVID-19 TAMBAH KAPASITAS TEMPAT TIDUR   FOKUS PENANGANAN PANDEMI COVID-19, PERSI MINTA PEMERINTAH TUNDA ATURAN KLASIFIKASI RUMAH SAKIT   KEMENKES TEGASKAN BIAYA PERAWATAN PASIEN COVID-19 DITANGGUNG PEMERINTAH   YLKI NILAI KOMUNIKASI PUBLIK BURUK JADI PENYEBAB KETIDAKPERCAYAAN MASYARAKAT PADA VAKSIN    IDI USUL PASIEN COVID-19 GEJALA RINGAN DIRAWAT DI RUMAH DENGAN PENGAWASAN DOKTER   MENRISTEK: UJI KLINIS FASE 1 VAKSIN MERAH PUTIH PALING CEPAT PERTENGAHAN 2021