Kompas TV bisnis kompas bisnis

Matahari Department Store Tutup Sejumlah Gerai

Kamis, 3 Desember 2020 | 11:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tahun 2020 menjadi periode terberat bagi perusahaan retail PT Matahari Department Store Tbk. Menjelang tutup tahun, perusahaan tersebut akan menutup enam gerai Matahari Department Store.

Dengan demikian, jumlah gerai Matahari Department Store akan menyusut. Dari sebelumnya 153 unit menjadi 147 unit.

"Enam gerai dengan format besar yang tidak menguntungkan akan ditutup," kata manajemen PT Matahari Department Store dalam keterangannya yang dikutip dari Kontan pada Minggu (29/11/2020). 

Adapun gerai yang akan ditutup lokasinya berada di beberapa wilayah. Rinciannya, sebanyak empat gerai akan ditutup di Jawa, satu gerai di Bali, dan satu gerai di Sulawesi. 

Dari 147 gerai yang dipertahankan, pihak manajemen melakukan monitoring terhadap 23 gerai. Langkah review dan diskusi juga dilakukan untuk meningkatkan kinerja. 

Selain itu, pihak perusahaan juga bernegosiasi dengan pemilik tanah untuk mengubah sewa variabel ataupun sewa tetap, sehingga menjadi lebih rendah.

Pada kuartal kuartal IV 2020, pihak manajemen tidak berencana menambah gerai baru. Termasuk pada kuartal I 2021. 

Manajemen menilai, pemulihan perusahaan masih belum stabil. Mengingat, kondisi eksternal yang penuh ketidakpastian, terlebih masih adanya penambahan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. 

Selain itu, diterapkannya PSBB transisi di enam kota akan berpengaruh terhadap 42 gerai Matahari. Adapun demo Omnibus Law dan upah 2021 turut memperlambat pemulihan kinerja. 

Perdagangan di bulan Desember juga diproyeksikan masih berat karena terpengaruh perpanjangan PSBB dan pembatasan mudik.
 

Penulis : Merlion Gusti


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:18
PVMBG: STATUS GUNUNG RAUNG DI JAWA TIMUR NAIK MENJADI WASPADA (LEVEL II)   PEMPROV DKI BUKA LAHAN BARU PEMAKAMAN JENAZAH PASIEN KORONA DI TPU BAMBU APUS, JAKTIM   PEMKAB TEMANGGUNG, JATENG, SIAPKAN 125.000 BIBIT POHON UNTUK HIJAUKAN LAHAN KRITIS   STRIKER MANCHESTER CITY SERGIO AGUERO POSITIF TERINFEKSI KORONA   SINGAPURA DAN SPANYOL JADI TUAN RUMAH TURNAMEN TENIS INTERNASIONAL ATP 250   SEBANYAK 32 ORANG MENINGGAL AKIBAT BOM BUNUH DIRI DI PASAR TAYARAN SQUARE, BAGHDAD, IRAK   PRESIDEN AS JOE BIDEN BAKAL UPAYAKAN PERPANJANGAN PERJANJIAN PENGURANGAN SENJATA NUKLIR ANTARA AS-RUSIA   WHO: JANGAN PANIK, SEMUA ORANG AKAN KEBAGIAN VAKSIN KORONA   SOAL CALON VAKSIN KORONA, WHO: ADA 64 MEREK YANG SEDANG DIUJI KE MANUSIA, 22 DI ANTARANYA DALAM UJI MASSAL TAHAP AKHIR   MODERNA TENGAH MENGKAJI KEMUNGKINAN ADANYA REAKSI PADA VAKSIN KORONA BUATANNYA   RUANG ISOLASI PASIEN KORONA DI RS HAMPIR PENUH, PEMKOT KUPANG, NTT, SIAPKAN PUSKESMAS OELETA SEBAGAI TEMPAT ISOLASI   BMKG: 1-21 JANUARI 2021, HAMPIR SETIAP HARI TERJADI GEMPA DI INDONESIA DENGAN 54 GEMPA   MK MEREGISTRASI 132 PERKARA SENGKETA HASIL PILKADA 2020 DARI TOTAL SEBANYAK 136 PERMOHONAN YANG DITERIMA   MK: PALING LAMA 24 MARET 2021 SEMUA SENGKETA PILKADA 2020 HARUS SUDAH DIPUTUS