Kompas TV nasional berita kompas tv

Soal Penangkapan Gus Nur, Kuasa Hukum: Polisi Tak Memenuhi Syarat Lakukan Penangkapan!

Minggu, 25 Oktober 2020 | 07:36 WIB

MALANG, KOMPAS.TV - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, PBNU, mengapresiasi Polri yang menangkap Sugi Nur Rahardja , terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian di media sosial.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini meminta semua pihak menghormati proses hukum yang berjalan di Bareskrim Polri.

PBNU mempercayakan sepenuhnya kasus Sugi Nur kepada  penegak hukum.

Helmy juga meminta kepada seluruh warga Nahdliyin agar tidak terprovokasi dengan penghinaan yang dilakukan Sugi Nur.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sugi Nur Rahardja berencana mengajukan praperadilan atas kasus dugaan ujaran kebencian, yang tengah ditangani tim siber bareskrim polri.

Menurut kuasa hukum, polisi tidak memenuhi syarat melakukan penangkapan paksa, yakni belum pernah memanggil atau melakukan klarifikasi terhadap Sugi, serta tidak menunjukkan surat ketetapan tersangka.

Ditangkap atas dugaan penghinaan dan ujaran kebencian di media sosial. Sugi Nur Rahardja, dibawa oleh Penyidik Bareskrim Polri, Sabtu dini hari, dari kediamannya di Malang, Jawa Timur, untuk menjalani proses hukum di  Jakarta.

Anak sugi nur, membenarkan penjemputan sang ayah, oleh 30 anggota polisi dari Bareskrim, di rumah mereka. Penyidik juga membawa berkas penangkapan untuk ditandatangani pihak keluarga.

Sugi Nur, ditangkap setelah dilaporkan, atas pernyataannya dalam sebuah video, yang diduga menyebarkan ujaran kebencian dan menghina  Nahdlatul Ulama.

Penulis : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Longsor Rusak Dua Rumah Warga

Kamis, 3 Desember 2020 | 21:00 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
21:15
INDONESIA DORONG PENYELESAIAN NOTA KESEPAHAMAN DENGAN MALAYSIA PERIHAL PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA   KEMENLU PULANGKAN 43 PEKERJA MIGRAN INDONESIA YANG DIDUGA KORBAN PERDAGANGAN ORANG DI ARAB SAUDI   SEPANJANG 2020, DENSUS 88 TANGKAP 32 ORANG TERDUGA TERORISME JARINGAN MUJAHIDIN INDONESIA TIMUR (MIT)    PUSKESMAS TEJA, PAMEKASAN, JATIM, DITUTUP SELAMA 2 PEKAN SETELAH 3 TENAGA MEDIS POSITIF KORONA   DINKES GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA, IZINKAN 42 PASIEN POSITIF KORONA JALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH   SEBANYAK 14 ANGGOTA KPPS GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA, POSITIF TERINFEKSI KORONA   SEBANYAK 9 ANGGOTA DEWAN ARSITEK INDONESIA RESMI DIKUKUHKAN   WAPRES MA'RUF AMIN PASTIKAN MERGER 3 BANK SYARIAH DIDUKUNG SDM YANG MUMPUNI   DINKES KUDUS, JATENG: 1 LAGI GURU SMPN 3 JEKULO MENINGGAL KARENA KORONA, TOTAL ADA 4 GURU MENINGGAL   GUBERNUR JAWA BARAT RIDWAN KAMIL SEBUT JABAR DIPREDIKSI KRISIS PANGAN PADA 2021   GUBERNUR BI PERRY WARJIYO PROYEKSIKAN PERTUMBUHAN KREDIT PERBANKAN TAHUN DEPAN MENCAPAI 9%   POSITIF TERINFEKSI COVID-19, MENAKER IDA FAUZIYAH JADI MENTERI KEEMPAT YANG TERKENA KORONA   MENKES TERAWAN AGUS PUTRANTO DILAPORKAN KE OMBUDSMAN KARENA TAK MERESPONS DESAKAN REVISI PP TENTANG TEMBAKAU   GELAR OTT, KPK TANGKAP BUPATI BANGGAI LAUT, SULTENG, WENNY BUKAMO