Kompas TV nasional berita kompas tv

Ratusan Kasus Penangkapan Demo Tolak UU Cipta Kerja, Siapa Saja?

Kamis, 22 Oktober 2020 | 12:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Rangkaian unjuk rasa menolak Omnibus Law undang-undang cipta kerja yang digelar dalam beberapa waktu terakhir, menyisakan sejumlah kasus penangkapan pendemo.

Mulai dari pelaku pengeroyokan terhadap aparat keamanan, hingga pembawa bom molotov saat berunjuk rasa.

Polisi kembali menetapkan 3 orang simpatisan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, atau KAMI, sebagai tersangka tambahan dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan polisi, saat aksi demo tolak uu cipta kerja yang berakhir ricuh, di Kota Bandung, Jawa Barat.

Ketiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka, berdasarkan hasil gelar perkara dan pengembangan pemeriksaan terhadap 7 orang yang telah berstatus tersangka.

Mereka diduga terlibat langsung dalam aksi penganiayaan polisi yang dilakukan di sebuah rumah.

Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan di Mapolda Jawa Barat.

Sementara itu, di Jakarta, 270 remaja yang terlibat unjuk rasa 20 oktober kemarin, sudah dipulangkan polisi ke orangtua masing-masing.

Mereka menandatangani surat pernyataan tidak mengikuti unjuk rasa lagi, sebelum dipulangkan.

Jumlah itu termasuk 33 remaja yang ditangkap karena diduga hendak memprovokasi massa, dalam unjuk rasa di sekitar Istana Presiden, Selasa kemarin.

Polda Jawa Timur mengonfirmasi telah menangkap 182 orang pendemo omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di Surabaya pada Selasa kemarin. 181 orang akan dipulangkan, sementara 1 orang masih ditahan karena kedapatan membawa bom molotov saat berunjuk rasa.

Penulis : Aleksandra Nugroho

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19