Kompas TV nasional sapa indonesia

Ketua Tim Riset: Usai Suntik Vaksin Corona, Butuh 2 Tahun Untuk Kembali Normal

Kamis, 22 Oktober 2020 | 01:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil penyuntikan vaksin corona yang rencananya tiba di Indonesia pada akhir November ini ini tidak bisa dilakukan secara singkat.

“Itu perlu bertahap-tahap. Sekali lagi, bertahap-tahap. Karena apa, kita tidak bisa melakukan imunisasi sekaligus ke semua penduduk. Pengalaman kita paling-paling dalam setahun ini selama ini kita cuma 30 juta dosis per tahun,” katanya, Rabu (21/10/2020).

Setidaknya, menurutnya memerlukan waktu 2 tahun untuk proses dua kali penyuntikan vaksin kepada 160 juta penduduk Indonesia.

Kusnandi berpendapat jika dalam 2 tahun yang ia perkirakan, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan selama proses pemberian vaksin untuk kedepannya kehidupan bisa kembali normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

Sementara terkait data mengenai vaksin November mendatang, ia mengatakan jika pihaknya belum menerima informasi tersebut.

“Sampai sekarang saya tidak mendapatkan data itu,” pungkasnya.

Kendati demikian, Kusnandi menegaskan syarat sebuah vaksin yang akan dibeli oleh suatu negara harus mendapat izin dari WHO sehingga dipastikan vaksin tersebut aman.

Kementerian Kesehatan memastikan  proses imunisasi Covid-19 untuk tahap pertama akan dilakukan pada akhir November 2020.

Namun masih banyak yang harus disampaikan pemerintah mulai dari harga, kualitas, distribusi, dan kesiapan puskemas rumah sakit, sampai siapa yang pertama disuntik dan siapa yang mendapat vaksin gratis atau mandiri.

Selain itu sejauh mana perkembangan pengujian vaksin yang sedang dilakukan di Indonesia?

Untuk membahasnya simak pembahasannya bersama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dany Amrul Ichdan, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Profesor Nidom Foundation (PNF) Chairul Anwar Nidom, serta anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Heryawan.

Penulis : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:29
BALAI KONSERVASI BOROBUDUR TUTUP 56 STUPA MENGGUNAKAN TERPAL UNTUK ANTISIPASI DAMPAK HUJAN ABU VULKANIK   BELUM BUKA LOWONGAN, PT TRANSJAKARTA: HATI-HATI PENIPUAN   WAGUB DKI MINTA PRESIDEN JOKOWI BUAT KEBIJAKAN UNTUK TEKAN ANGKA PENULARAN COVID-19 SAAT LIBUR AKHIR TAHUN   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY CEK RSUD JAYAPURA YANG AKAN MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN PON 2021   MENTERI BASUKI HADIMULJONO GANDENG KPK DALAM MENGELOLA ANGGARAN INFRASTRUKTUR SEBESAR RP 150 TRILIUN   KASUS KORONA DI DKI TINGGI, SATGAS COVID-19 MINTA GUBERNUR ANIES BASWEDAN TINDAK PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN   KPK AJUKAN 600 IZIN PENYADAPAN UNTUK PANTAU PILKADA HINGGA ANGGARAN COVID-19   JELANG PENCOBLOSAN PILKADA, MENDAGRI MINTA DINAS DUKCAPIL TIDAK PERSULIT WARGA YANG INGIN MEMBUAT KTP ELEKTRONIK   GUBERNUR SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO PERSILAKAN KPK USUT DUGAAN KORUPSI PEMBANGUNAN STADION MANDALA KRIDA    SATGAS PENANGANAN COVID-19: LIBUR PANJANG AKHIR TAHUN BERPOTENSI NAIKKAN PENULARAN KORONA   CEGAH PENYEBARAN COVID-19, GUBERNUR GANJAR PRANOWO USULKAN LIBUR AKHIR TAHUN DITIADAKAN   IRJEN NAPOLEON BONAPARTE SEBUT TOMMY SUMARDI SEMPAT TELEPON WAKIL KETUA DPR AZIS SYAMSUDDIN DI HADAPANNYA   IRJEN NAPOLEON BONAPARTE SEBUT TOMMY SUMARDI MENGAKU TEMUI DIRINYA ATAS RESTU DARI KABARESKRIM POLRI   IRJEN NAPOLEON BONAPARTE BERTEMU TOMMY SUMARDI BERSAMA BRIGJEN PRASETIJO UTOMO DI RUANG KERJANYA